Berita

Muhammad Sholeh/Dok

Hukum

Baru Periksa Saksi, Polisi Lambat Usut Pembuat Surat Palsu KPK

RABU, 28 NOVEMBER 2018 | 22:30 WIB | LAPORAN:

Pihak kepolisian dinilai lamban dalam mengusut kasus surat palsu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Saat ini, kasus tersebut baru masuki tahap pemeriksaan saksi-saksi tambahan.

Padahal, kasus tersebut telah bergulir sejak 13 Oktober lalu, setelah Dedy Kurniawan melaporkan MT ke Polres Blitar sebagai pembuat surat palsu.

"Polisi lambat menangkap pelakunya, padahal sudah mengantongi nama dari mana asal foto surat palsu itu beredar," ungkap Muhammad Sholeh, Kuasa Hukum MT pada RMOLJatim, Rabu (28/11).


Dikatakan Sholeh, dalam pemeriksaan kliennya pada 22 Oktober lalu, MT mengaku mendapatkan kiriman foto surat palsu panggilan KPK dari YS. Bahkan, YS juga sudah dimintai keterangan bersamaan dengan MT. YS yang seorang kontraktor muda ini juga diperiksa bersama sejumlah kontraktor lainya.

Pihaknya, kata Sholeh, berharap kasus tersebut segera dituntaskan, sehingga kliennya segera mendapatkan kepastian hukum. Menurutnya, MT merupakan korban kebohongan yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Seakan-akan klien kami adalah tertuduh, padahal klien kami adalah korban informasi surat palsu KPK," tegasnya.

Sejauh ini pihak kepolisian sudah memintai keterangan 22 saksi. Terakhir NV seorang pekerja media, Jumat (23/11) lalu. NV juga mendapatkan kiriman pesan dari YS, bahwa Bupati Blitar Rijanto, MM dan pegawai PUPR Kabupaten Blitar akan dipanggil KPK.

"Masih tahap penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, sudah ada 22 saksi yang kami mintai keterangan," ungkap Kasubah Humas Polres Blitar, Iptu Muhamad Burhanudin. [lov]


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya