Berita

Foto:RMOL

Bisnis

Terbuka Peluang Kerja Sama Bisnis Indonesia-Papua Nugini

RABU, 28 NOVEMBER 2018 | 21:38 WIB | LAPORAN:

Papua Nugini sebenarnya cukup potensial dan terbuka untuk berbagai sektor, mulai soal energi, pertambangan hingga usaha kecil menengah. Namun beberapa kendala masih terjadi, di antaranya akses masuk barang masih belum terkoneksi.

Melalui acara pertemuan Policy Update and Market Sounding Forum for Economic and Development Cooporation, persoalan teknis yang menjadi kendala dibahas untuk dicarikan solusi. Acara itu diikuti oleh perwakilan Indonesia dan Papua Nugini di Hotel Laguna, Port Moresby, Rabu (28/11).

Delegasi Indonesia dipimpin Sekretaris Direktorat Jendral Asia Pasific dan Afrika, Kemenlu, Rossy Verona. Ikut dalam rombongan di antaranya dari BUMN dan sektor privat yang terkait dengan oil dan gas, termasuk juga industri strategis lainnya seperti Peruri, Aneka Tambang, Kemaritiman dan UMKM yang diwakili perusahaan yang bergerak di sektor ekonomi kecil menengah.


Agi sugiyanto, salah satu peserta yang mewakili UMKM dalam wawancara lewat telpon, Rabu malam menjelaskan, bahwa forum tersebut membawa pengalaman baru baginya untuk melakukan penjajakan kerja sama B to B. Dia banyak mendapatkan peluang bisnis di Papua Nugini yang selama ini dipersepsikan kurang kondusif.

Dalam forum itu dia berjumpa dengan calon mitra bisnis, baik warga Indonesia yang sudah lama buka usaha di Port Moresby maupun mitra lokal. Di antaranya, Lollou Tan, yang asal Malang, mengaku sudah hampir 23 tahun buka bisnis hotel dan spa di Port Moresby ini.

Dia menyambut baik ajakan kerja sama bidang layanan spa dan rumah makan. "Ternyata peluangnya masih cukup besar," kata Agi owner dari PT Trust Indonesia yang sudah berpengalaman buka layanan treatment kesehatan di Jakarta dan kota kota besar di Indonesia seperti Rumah Totok, Griya Sehat Holistic, dan lain-lain.

Dikatakan oleh Agi, Lollou Tan menyambut baik kerja sama bussines  to bussines (B to B) dengan Trust Indonesia. Selain memiliki pengalaman bisnis spa dan treatment relaksasi, juga membuka peluang baru untuk mengirim tenaga ahli di bidang relaksasi. Kebetulan PT Trust dengan unit bisnisnya, Rumah Totok memiliki pusat pendidikan dan pelatihan rflexology & traditional massage. Spa & massage yang ada di Port Moresby kebanyakan datang dari Hongkong dan Jepang.

Peluang lain dijajaki ketika bertemu dengan dr. Goa Tau, salah satu peserta tuan rumah. Dalam perbincangan informal, ada keinginan untuk membuka klinik estetika, yang kebetulan PT. Trust bergerak di bidang manufacturing & distributor produk kesehatan dan kecantikan. Perbincangan pun mengarah pada kesepakatan untuk supley produk kecantikan dan estetika ke PNG.

Delegasi Indonesia berada di PNG hingga 30 November lusa dengan berbagai rangkaian kegiatan seperti kunjungan ke beberapa perusahaan BUMN setempat. Setelah itu delegasi Indonesia akan melanjutkan perjalanan ke Fiji, salah satu negara kawasan pasific selatan yang juga memiliki peluang bisnis antar kedua negara. Diagendakan delegasi Indonesia akan melakukan pertemuan  dalam forum kerja sama kedua negara. [lov]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya