Berita

Rahmat/RMOL

Hukum

Tidak Terima Jokowi Dibilang Banci, Relawan Laporkan Habib Bahar Ke Polda Metro

RABU, 28 NOVEMBER 2018 | 15:40 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

. Relawan Jokowi Mania DKI Jakarta mendatangi Mapolda Metro Jaya untuk melaporkan Habib Bahar Bin Ali Bin Smith terkait video ceramah. Pelaporan itu atas dugaan menghina simbol negara dengan ujaran kebencian.

Ketua Relawan Jokowi Mania Jakarta, Rahmat dan rombongan tiba di gedung SPKT, Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (28/11) pukul 12.50 WIB.

"Sehubungan video ceramah Habib Bahar Bin Ali Bin Smith yang menghina simbol negara dimana isi ceramahnya mengandung ujaran kebencian dalam hal ini kami pengurus DPD Jokowi Mania DKI Jakarta akan melaporkan ke Polda Metro Jaya," kata Rahmat jelang membuat laporan.


Rahmat membawa bukti berupa video ceramah Habib Bahar. Dia juga membawa beberapa link yang dicopy dari Youtube yang berisi ceramah Habib Bahar.

"Isi ceramah Habib Bahar yang menghina Presiden Jokowi berdurasi 60 detik," ujar Rahmat.

Dia menyebut sebagai warga negara wajib melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian. Diharapkan kasus ini segera ditangani.

Salah satu isi ceramah yang dilaporkan Rahmat adalah, saat Habib Bahar menjelekkan Presiden Joko Widodo. Rahmat menduga ceramah itu mengandung unsur ujaran kebencian.

"Pada menit 00.07-00.15, kamu kalau ketemu Jokowi, kalau ketemu Jokowi kamu buka celanannya itu, jangan-jangan haid Jokowi itu, kayaknya banci itu," kata Rahmat menirukan isi ceramah Habib Bahar. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya