Berita

Foto: Jatam Kaltim

Hukum

Kantornya Dirusak, Aktivis Jatam Curiga Berkaitan Korban Lubang Tambang

RABU, 28 NOVEMBER 2018 | 11:39 WIB | LAPORAN:

Kantor sekretariat Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Timur dirusak dan para aktivisnya mengalami intimidasi.

Aparat kepolisian Samarinda pun didesak segera mengusut penyerangan dan perusakan Jatam Kaltim.

Koordinator Jatam Kaltim, Pradarma Rupang mengemukakan, penyerangan dan intimidasi yang dialami Jatam Kaltim bukan terjadi kali ini saja. Penyerangan kali ini pun diduga sebagai upaya mencoba membungkam langkah perjuangan Jatam menyuarakan pengusutan tuntas 32 korban meninggal di lubang tambang di wilayah Kaltim.


"Negara mesti memberikan jaminan keselamatan terhadap para pejuang lingkungan. Kami juga tetap mendesak agar aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus 32 korban lubang tambang di Kaltim," tutur Pradarma Rupang dalam keterangan persnya, Rabu (28/1).

Termasuk, memproses aparat penegak hukum yang terlibat berbagai pelanggaran dan kerusakan lingkungan yang diakibatkan pertambangan batu bara di Kaltim.

"Ini sudah yang kesekian kalinya terjadi. Tetapi tidak pernah ada pengusutan tuntas," ujarnya.

Peristiwa penyerangan dan pengrusakan sekretariat Jatam Kaltim terjadi pada Rabu (5/11) empat pekan lalu. Penyerangan itu terjadi tak lama berselang di tengah ramainya pemberitaan kasus anak mati di lubang tambang.

"Kita belum tahu apa motif di balik penyerangan dan perusakan ini, namun Jatam Kaltim meyakini ini berkaitan dengan sejumlah laporan serta advokasi dan kampanye yang kita suarakan," ujarnya.

Bagi Jatam Kaltim, lanjutnya, penyerangan dan perusakan ini adalah ancaman terhadap gerakan pro-lingkungan dan pro-demokrasi yang lantang menyuarakan keberpihakan serta keselamatan masyarakat.

Jatam Kaltim secara resmi telah melaporkan kepada pihak berwajib dan menyertakan sejumlah bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

"Perkiraan kami, target penyerangan dan pengrusakan adalah aktivis-aktivis Jatam," imbuhnya.

Penyerangan itu menyebabkan pintu, jendela dan sebuah motor mengalami kerusakan.

"Tadinya kami berpikir, situasi dan ancaman akan berakhir namun ternyata tidak masih terus berlanjut. Itulah sebabnya akhirnya kami melaporkan hal ini kepada pihak berwajib,"  ucap Rupang.[wid]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya