Berita

Statistik Pelanggaran APK/RMOL Jatim

Nusantara

Pelanggaran Alat Peraga Kampanye, La Nyalla Peringkat Satu

SELASA, 27 NOVEMBER 2018 | 16:38 WIB

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya menyebut calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI,  La Nyalla Matalitti tercatat sebagai calon yang paling banyak melanggar aturan Alat Peraga Kampanye (APK) Pemilu 2019.

Data pelanggaran APK Pemilu 2019 dirilis Ketua Bawaslu Kota Surabaya Hadi Margo saat acara sosialisasi dengan Parpol dan perusahan media massa di kantor Bawaslu Kota Surabaya, Senin (26/11).

Hadi menyebut, mantan Ketua Umum PSSI tersebut melakukan 122 kali pelanggaran.


“Jumlah ini jauh meninggalkan calon anggota DPD RI yang juga melanggar aturan kampanye,” terang Hadi Margo seperti dilansir RMOL Jatim.
 
Sedangkan untuk kategori partai politik, Hadi menyebut, Partai Demokrat (PD) dan PDI Perjuangan (PDIP) menduduki peringkat pertama dan kedua.

"Demokrat sebanyak 75 kali, disusul PDIP sebanyak 49 kali,” ujar dia.

Sementara peringkat ketiga dan ke empat diduduki partai baru yaitu Partai Berkarya dengan jumlah 45 kali pelanggaran, disusul Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan jumlah 39 kali pelanggaran.

Peringkat berikutnya ditempati oleh Perindo, Partai Golkar, Nasdem, PKB, PBB, PKS, PPP, PAN, Partai Gerindra, Partai Garuda, Partai Hanura dan PKPI.

“Alat peraga kampanye tidak boleh secara bersamaan menyantumkan logo partai dan nomor urut partai,” lanjutnya.

Hadi Margo menjelaskan, APK yang boleh dicantumkan dan ditampilkan hanya salah satu, yaitu logo partai atau nomor urut partai. Jika  terbukti melanggar pasti akan dicopot dan ditertibkan. [yls]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya