Berita

Foto: Net

Bisnis

Kontribusi Besar Tapi Petani Sawit Kok Terus-terusan Jatuh

SENIN, 26 NOVEMBER 2018 | 17:57 WIB | LAPORAN:

Ratusan utusan dari Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) yang berasal dari 20 kabupaten yang tersebar di 14 provinsi berkumpul di Jakarta. Tujuannya, membahas nasib petani kelapa sawit yang terus-terusan mengalami kesulitan.

Ketua Umum SPKS, Mansuetus Darto menyampaikan, rembug ini menekankan persoalan para petani kelapa sawit yang harus dicarikan solusinya.

Rembug Nasional Petani Sawit ini akan digelar di Redtop Hotel & Convention Center, Jakarta Pusat pada Rabu lusa (28/11).


"Selama ini, peran dan konstribusi para petani kelapa sawit sangat besar bagi bangsa dan negara ini, namun kok hampir setiap tahun petani kelapa sawit mengalami kesulitan, penuh persoalan dan seolah tak akan pernah ada solusi. Nah, ini yang akan kita bahas dalam rembug nasional ini,” tutur Mansuetus Darto dalam keterangannya, Senin (26/11).

Dia melanjutkan, dalam catatan SPKS, Petani Sawit Mandiri atau Petani Sawit Swadaya, berkontribusi besar dalam produksi minyak sawit nasional.

Dari total luasan perkebunan kelapa nasional sekitar 14,3 juta hektar, sebanyak 43 persen atau sekitar 6,1 juta ha dikelola oleh petani sawit plasma -mitra perusahaan dan petani sawit swadaya.

Dari total luasan perkebunan kelapa sawit yang dikelola petani tersebut, SPKS mencatat, sebanyak 75 persen atau sejumlah 4,29 juta hektar dikelola oleh petani sawit swadaya dengan total produksi crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah mencapai 15 juta ton per tahun.

Kendati berperan penting dalam perekonomian Tanah Air, lanjut Darto, namun kehadiran petani swadaya ini belum tertata dengan baik dalam perkebunan kelapa sawit nasional.

"Terlebih petani sawit swadaya kerap menghadapi banyak persoalan seperti kesulitan menjual Tandan Buah Segar atau TBS, hasilnya harga jual TBS petani sawit swadaya kerap dihargai rendah," tuturnya.

Selain rendahnya harga, petani sawit juga dihadapkan dengan belum banyaknya petani yang memiliki legalitas, kurangnya pendampingan dari pemerintah terkait budidaya kelapa sawit dan kesulitan mengakses dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit (BPDP-Sawit).

“Sampai saat ini, sudah ada sebanyak 120 petani kelapa sawit sebagai utusan yang akan mengikuti rembug," ujar Darto. [wid]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

KPK Panggil PNS dan Karyawan Swasta di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:21

Kapolda Riau: Penghargaan Nugraha Sakanti Prestasi Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:20

Mahfud MD Ajak Masyarakat Tetap Cintai Polri Seburuk Apa Pun Kinerjanya

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:16

KPK Panggil Sejumlah Pejabat Imigrasi di Kasus Pemerasan Silmy Karim

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:10

KPK Masih Periksa Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:48

Audit Dugaan Penyimpangan Impor Sianida PPI, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:39

Komisi I DPR Ungkap Alasan Draf RUU KKS Belum Dibuka ke Publik

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:35

Bos Maktour yang Juga Mertua Dito Ariotedjo Dipanggil KPK

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:21

Masih Penyesuaian Sistem, Pajak Olshop di Marketplace Berlaku Mulai 1 Agustus

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:16

Prabowo Layak Dicontoh Bagi Siapa Pun yang Ingin Jadi Presiden

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:01

Selengkapnya