Pepaya adalah buah andalan di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah dan menjadi komoditas ekspor. Sayangnya, tahun 2013 lalu serangan jamur menyebabkan penurunan produksi yang drastis karena banyak pohon yang mati.
Kepala BPTP Balitbangtan Kementerian Pertanian Jawa Tengah, Harwanto mengatakan bahwa seiring dengan pencanangan tahun perbenihan nasional 2018 oleh Kementerian Pertanian RI, sejak tahun 2017 hingga tahun 2018, pihaknya telah menginisiasi kegiatan produksi benih pepaya merah delima (medel). Ini merupakan varietas unggul baru pepaya Badan Litbang Pertanian karya peneliti Balai Penelitian Buah Tropika Solok.
“Bibit tersebut dikembangkan di kelompok tani Karangrejo Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen,†ujar Harwanto dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu (25/11).
Harwanto menjelaskan, sejak Desember 2017 lalu pihaknya telah memproduksi benih pepaya medel sebanyak 20.950 bibit dan telah didistribusikan kepada kelompok tani di beberapa lokasi. Di antaranya, Kabupaten Banyumas sebanyak 3000 bibit, Kabupaten Batang sebanyak 1.500 bibit dan selebihnya dikembangkan di Kabupaten Kebumen.
“Dan pada tahun 2018 diproduksi kembali sebanyak 15.000 benih yang telah dibagikan kepada kelompok tani di wilayah Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Kebumen,†ungkapnya.
Melihat produksi yang tinggi dan harga yang kompetitif dari pepaya medel, Lanjut Harwanto, Kepala Dinas Pangan dan Pangan Kabupaten Kebumen Pujirahayu merasa optimis bahwa pengembangan pepaya di Kabupaten Kebumen akan bangkit kembali. Ia berharap agar kelompok tani difasilitasi untuk dapat memproduksi benih secara mandiri serta penguatan kelembagaannya mendukung percepatan pengembangan pepaya, tak hanya di wilayah selatan namun juga di wilayah bagian utara Kabupaten Kebumen.
Agar petani dapat memproduksi benih pepaya medel secara mandiri, masih kata Harwanto, BPTP Balitbangtan Jateng menyelenggarakan bimbingan teknis teknologi produksi benih pepaya medel kepada 40 petani dari empat kecamatan di Kabupaten Cilacap dan 30 petani dari tiga kecamatan di Kabupaten Kebumen.
Petani peserta adalah penerima bantuan benih pepaya medel tahun 2017 dan 2018. Selain pemaparan materi teknologi produksi benih secara detail, juga dilakukan kunjungan lapangan.
“Kami berharap agar Kabupaten Kebumen menjadi pioner sekaligus sentra pengembangan pepaya medel di Jawa Tengah, serta tumbuh kelompok tani penangkar baru untuk mencukupi benih secara mandiri untuk memenuhan pengembangan pepaya lebih lanjut,†ungkapnya.
Ruslan, Anggota Kelompok Tani Karangrejo, Desa Petikusan, Kecamatan Mirit adalah salah satu petani penerima bantuan benih pepaya medel pada tahun 2017. Ruslan telah menanam 700 pohon di lahan pasir sejak Desember 2017 dan sudah panen sejak September 2018 lalu.
“Selama dua bulan panen, sudah diperoleh penghasilan Rp 30 juta. Keberhasilan tersebut menjadi motivasi petani-petani lainnya untuk mengembangkan pepaya medel dan memupus ketakutan adanya serangan penyakit yang sempat menghabiskan tanamannya,†ujar Ruslan.
[ian]