Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Langkah KPU Jangan Sampai Bikin Salah Tafsir

MINGGU, 25 NOVEMBER 2018 | 21:16 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Langkah Komisi Pemilihan Umum mempertimbangkan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) memiliki hak pilih dilandasi semangat untuk menjamin hak politik setiap warga negara.

"Iya maksudnya untuk menjamin dan melindungi hak politik setiap warga negara. Tapi juga jangan gebyar uyah atau hantam kromo begitu," ujar pengamat politik dari Universitas Bung Karno (UBK) Ade Reza Hariadi saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (25/11).

Menurutnya, orang yang mengalami gangguan jiwa secara hukum sudah dibedakan, begitu juga dalam ranah politik. Namun begitu, jika aturan tersebut bersikeras tetap dikeluarkan maka aturan-aturan teknisnya harus jelas. Agar tidak ada salah tafsir dalam pelaksanaannya nanti.


"Jadi secara konseptual dan operasionalnya harus jelas. Yang terpenting itu tadi jangan sampai ada kerancuan karena bisa berdampak ke yang lainnya," pungkas Ade. [wah] 

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya