Berita

Jokowi dan Prabowo/Net

Politik

Prabowo Yang Berlatar Belakang Militer, Kenapa Jokowi Yang Lebih Galak

SABTU, 24 NOVEMBER 2018 | 12:35 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Reaksi Presiden Joko Widodo yang mengaku diserang informasi bohong atau hoax sangat berlebih yang kemudian mengeluarkan kata-kata tak pantas membuat heran kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Jurubicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferry Juliantono mengungkapkan malah Jokowi lebih galak dari Prabowo.

"Bagaimana rasanya jika Jokowi jadi Prabowo yang selalu difitnah? Difitnah sebagai dalang kerusuhan 98, difitnah menculik dan membunuh aktivis? Itu sejak lama loh. Lawan-lawan politiknya memfitnah seperti itu," tutur Ferry dalam keterangan persnya, Sabtu (24/11).


Ferry merasa bingung dengan hal ini, karena secara personal, Prabowo yang besar dari kalangan militer seharusnya lebih reaktif dari Jokowi yang berasal dari sipil jika dihadapkan hal semacam itu.

"Pak Prabowo itu kan bisa saja lebih keras, lebih reaktif karena latar belakang militer. Tapi kenapa Jokowi yang lebih galak?" kata Ferry.

Pada kesempatan itu, Ferry juga menjelaskan reaksi Prabowo yang kalimat pidatonya sering disalah artikan bahkan 'digoreng' oleh lawan politiknya selama kampanye.

"Bayangkan jika Jokowi yang mendapat perlakuan semacam Pak Prabowo. Mungkin bukan mau nabok lagi dia, Jokowi mungkin mau banting orangnya," demikian Ferry Juliantono.

Presiden Joko Widodo di banyak kesempatan membantah bahwa dirinya adalah bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI).

Terbaru, Jumat kemarin (23/11) di Lampung pada acara pembagian setifikat tanah, Jokowi mengungkapkan kegeramannya dengan ingin mencari orang yang fitnah dan menyebarkan hoax terhadap dirinya.

"Di medsos, itu adalah DN Aidit pidato tahun 1955. Lah kok saya ada di bawahnya? Lahir saja belum, astagfirullah, lahir saja belum, tapi sudah dipasang. Saya lihat di gambar kok ya persis saya. Ini yang kadang-kadang, haduh, mau saya tabok, orangnya di mana, saya cari betul," kata Jokowi. [rus]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya