Berita

Restocking ikan di Sungai Oganr/RMOLSumsel

Nusantara

Laporkan Pelaku Setrum Ikan, Dapat Hadiah Rp 5 Juta

RABU, 21 NOVEMBER 2018 | 15:29 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Wakil Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Drs Johan Anuar, geram betul dengan perilaku segelintir nelayan yang masih saja menggunakan putas (racun ikan) atau setrum listrik untuk menangkap ikan. Memberantas perilaku yang merusak lingkungan itu, Johan menjanjikan hadiah bagi pelapornya.

"Saya kasih Rp 5 juta yang bisa membawa dan melaporkan oknum yang menangkap ikan di sungai Ogan dengan cara setrum dan melaporkannya ke pihak kepolisian. Saya sudah geram dengan hal tersebut," tegas JA, panggilan singkat Johan Anuar.

Hal itu disampaikan JA saat memimpin acara restocking (penyebaran,red) ribuan bibit ikan di sungai Ogan Baturaja, pada Rabu (21/11) pagi.  Acara ini digelar dalam rangka melestarikan populasi ikan di Sungai Ogan sekaligus peringatan hari ikan nasional ke-5 tahun 2018.


Seperti dilansir Kantor Berita RMOLSumsel, kegiatan penyebaran bibit ikan itu dipusatkan di belakang masjid Al-Maghfiroh Desa Pusar Kecamatan Baturaja Barat.
Sementara, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakkan) OKU Ir Hj Tri Aprianingsih menambahkan, hilangnya sebagian biota asli sungai Ogan karena masih maraknya penangkapan ikan dengan cara-cara merusak seperti halnya menggunakan racun atau alat setrum.

Salah satu contoh adalah, semakin langkanya keberadaan ikan jelawat,  ikan asli sungai Ogan. Ikan yang mengandung gizi yang sangat tinggi tersebut sudah jarang ditemui di sungai dan di pasar-pasar tradisional OKU.

Dikatakan Tri, menangkap ikan dengan racun atau setrum bukan hanya ikan yang besar saja yang mati, tapi juga anak-anak ikan ikut mati. Cara seperti ini bahkan juga membahayakan penggunanya.

Ia menegaskan,  menangkap ikan dengan cara-cara tersebut  melanggar UU nomor 45 tahun 2009. Tak tanggung-tanggung, ada ancaman kurungan 5 tahun dan denda 100 juta bagi pelakunya.

"Silahkan saja jika ada yang mau dipenjara atau denda Rp100 juta tangkap ikan dengan racun atau setrum," pungkas Kadisnakkan OKU itu. [yls]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya