Berita

Ilustrasi/Net

Hukum

Polisi Sudah Pantau Temuan 41 Masjid Terpapar Radikalisme

SENIN, 19 NOVEMBER 2018 | 20:04 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Badan Intelijen Negara menemukan setidaknya ada 41 dari 100 masjid di lingkungan kementerian, lembaga serta BUMN yang terindikasi terpapar radikalisme.

Kepolisian pun mengakui juga melihat kecenderungan potensi puluhan masjid terindikasi radikalisme.

Menurut Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, intelijen kepolisian secara tertutup maupun terbuka telah melakukan pemetaan maupun pengawasan yang sudah masuk profiling inteligent yang dilakukan dari tingkat polsek hingga polda.


"Daerah mana, lokasi mana, tempat mana yang menjadi potensi terhadap terpaparnya paham radikal ataupun dalam kepemimpinan radikal itu bisa tumbuh subur di area tertentu," ujarnya di Mabes Polri, Jakarta, Senin (18/11).

Kendati telah melakukan pemantauan, polisi akan terlebih dulu melakukan kajian mendalam secara komprehensif dengan tidak gegabah mengambil tindakan. 

"Dalam hal itu yang paling berkompeten membuat suatu assasment orang yang terpapar radikalisme mesti melibatkan warga setempat. Kita juga melibatkan dan berkoordinasi dengan BNPT karena dia di situ ada deputi deradikalisasi. Itu yang melakukan assasment. Ada indikator yang perlu dipenuhi," jelas Dedi. [wah]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya