Berita

Politik

Mitos Rasisme Di Kubu Oposisi

JUMAT, 16 NOVEMBER 2018 | 16:09 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

MY friend, Ibu Ade Kadeer puteri tokoh politik era Sukarno, mengatakan oposisi jangan mainkan kartu ras dan agama.

Those two are deadly cards. Bunuh diri. Overdosis agama, bagi sebagian orang, membuat suasana tidak nyaman.

"Fokus di soal penegakan hukum, ekonomi dan korupsi," kata Kadeer.


Chen Yi Jing alias Chandra Suwondo dari Glodok menyatakan risih dengan istilah "aseng".

"Bisa backfired, kalo rasisme anti-china diekspresikan secara eksesif," tutur Mr Chen.

Menurut saya, primordialisme bersifat inherent. Saya sering banget dimaki "cina-bangsat" dan "china penghasut" oleh antek-antek Jokowi.

Padahal, saya cuma seorang "agitator-cum-propagandist". "Intellectual organic" kalo pake istilah Gramsci. He he he...Kidding.

Filosofi Tao mengajarkan "Neither Yin nor Yang is absolute".

Tionghoa, sama seperti suku lain, ada yang jahat dan ada yang baik. Chinese plutocrats dan komprador adalah variable dari the totally of Chinese yang harus diperangi. Mereka tidak membantu upaya mensejahterakan kaum bumi putera.

America is not singular society. Ada faksi Democrat dan Republic. Di sana juga ada socialist, komunis, liberal, copet, hawkis, KKK, Negro, hispanic, atheis, puritan dan Mormonism.

Trump diserang sebagai rascist, anti muslim, mysoginist, dan pervert. Faktanya, dia anti ilegal immigrant. Ada banyak Black Brown American di barisan Trump: Make America Great Again.

Pelan tapi pasti, semakin banyak orang Tionghoa dan Kafeer berada di barisan Oposisi Prabowo-Sandi.

Pajak tinggi, devided nation, korupsi, masalah gap kaya-miskin, dan Faktor Kyai Maruf (75 tahun), YIM, Kapitra Ampera, Ngabalin triger backlash kekuatan Jokowi.

Karena itu, hendaknya jangan dirusak oleh ekspresi rasisme dan ketololan yang tidak perlu. Menyitir Andi Arief, "Kita bisa menang besar".

Penulis adalah kolumnis dan aktvis Komunitas Tionghoa Anti-Korupsi (Komtak)

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya