Berita

Haris Simamora/Dok

Hukum

HS Membunuh Boru Tulangnya, Inilah Sanksi Hukum Adat Batak

JUMAT, 16 NOVEMBER 2018 | 13:45 WIB | LAPORAN:

Haris Simamora, pelaku pembunuhan Gaban Diperum Nainggolan sekeluarga masih memiliki kekerabatan dengan salah seorang korban, merujuk keterangan dari kepolisian.

"Kalau yang saya baca pembunuh itu anak namboru (saudara perempuan ayah)-nya istri korban. Jadi pembunuh itu membunuh boru tulangnya," tutur tokoh adat Batak, C.F. Sijabat kepada Kantor Berita Politik RMOL, sesaat lalu (Jumat, 16/11).  

Dalam kasus ini, papar Sijabat, ada tiga hubungan darah yang dibunuh si pelaku, yakni keponakan (dua anak), sepupu (Maya Ambarita), dan abang iparnya (Gaban Nainggolan).


"Dalam hukum adat Batak, seorang pembunuh akan dikucilkan dan diputus tali persaudaraan, lalu akan diberi sanksi berupa bayar darah," terang pemerhati hukum adat Batak, Gugun N. Simanungkalit.

Biasanya si pembunuh bersama anggota keluarganya akan meminta maaf kepada keluarga yang dibunuh juga masyarakat. Sanksinya memberi makan atau uang pengganti setinggi-tingginya.

"Di zaman dulu, sanksinya lebih tegas. Bisa dipancung atau potong anggota badan, dikubur hidup-hidup, dan lain-lain," ulasnya.

Tapi di zaman sekarang, menurut Gugun, sanksi seperti itu tidak diterapkan lagi. Adat menyerahkan kepada negara untuk proses pidananya.[wid]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya