Berita

Sandiaga Uno/Net

Wawancara

WAWANCARA

Sandiaga Uno: Kalau Ulama Perintahkan Kami Minta Maaf ke Keluarga Kiai Bisri, Saya Siap Ke Jombang

JUMAT, 16 NOVEMBER 2018 | 09:49 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Tata cara ziarah makam yang dilakukan cawapres Sandiaga Uno saat menziarahi makam pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Bisri Syansuri di Jombang, Jawa Timur masih menjadi polemik.

Seperti diketahui beberapa waktu lalu beredar video yang menampilkan kegiatan Sandiaga saat menziarahi makam Kiai Bisri. Dalam video berdurasi 15 detik itu, tampak Sandiaga menziarahi makam Kiai Bisri dan menaburkan bunga. Pada salah satu adegan, Sandi tampak melangkahi makam Kiai Bisri. Video itu memunculkan reaksi dari warga Nahdliyin.

Sandi sebenarnya secara ter­buka sudah meminta maaf atas ketidaksengajaan itu. Dan kelu­arga besar Kiai Bisri pun sudah memaafkannya dan berharap polemik dihentikan. "Kita tahu, beliau sudah meminta maaf. Kami secara pribadi, keluarga besar pesantren, dan kita seba­gai sesama Muslim, memaaf­kan," kata Pengasuh Pesantren Manbaul Ma'arif Denanyar, Jombang, Jawa Timur, KH Abdussalam Sohib yang juga cicit Kiai Bisri.


Namun sikap Sandi terse­but dinilai masih kurang oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Said Aqil Siradj. Dia meminta Sandi datang langsung ke ahli waris makam untuk meminta maaf.

Lantas bagaimana Sandi me­nanggapu tuntutan Kiai Said? Berikut ini pernyataan Sandiaga terkait hal tersebut, disertai den­gan penjelasan Sandi terkait isu yang menyebutkan kurang mak­simalnya komunikasi politik dia dengan elite Partai Demokrat, hingga memunculkan dugaan adanya friksi di internal partai pendukung Prabowo-Sandi. Berikut penjelasannya;

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj meminta Anda datang ke Jombang Jawa Timur untuk meminta maaf langsung ke ahli waris Kiai Bisri yang makamnya Anda langkahi saat ziarah beberapa waktu lalu. Apakah Anda akan datang?
Ya, kalau itu perintah ulama kami akan datang. Apalagi Kiai Said sangat saya hormati dan sangat saya muliakan. Baik sekali menurut saya dan saya akan datang ke Jombang lang­sung meminta maaf.

Kapan Anda akan datang ke sana?
Nanti diatur waktunya dengan yang punya ahli warisnya.

Sebenarnya kenapa sih setiap rangkaian acara Anda turun ke bawah (turba) selalu diawali ziarah. Apa sih tujuannya?
Ya, bahwa kita sekarang lagi berikhtiar dan berdoa kepada Allah SWT melalui pendap­at ulama, para habaib, tokoh agama, dan pahlawan kita yang harus diteladani. Kami berharap berkah dari Allah SWT den­gan mengawali kegiatan kami dengan berziarah. Menariknya itu (ziarah) selalu berarsiran dengan ekonomi. Setiap tempat ziarah itu ekonominya tumbuh di sekitarnya. Jadi saya lihat ini bagian dari industri halal berbasis ekonomi.

Maka dari itu ziarah patut kita tata. Waktu di DKI Jakarta saya melihat hampir semua makam ulama itu ekonominya berkem­bang. Hal itu menjadi salah satu titik yang sangat perlu dikem­bangkan untuk mengembangkan lapangan kerja dan mengangkat kearifan lokal.

Oh ya saat ini muncul isu ada friksi di internal partai koalisi pendukung Anda, lantaran Demokrat dinilai kurang pow­er full mendukung Prabowo-Sandi. Betul enggak?
Masih baik kok. Belum lama saya terhubung (Demokrat). Alhamdulillah kami baru saja menyusun jadwal dan selama ini kami melihat sinerginya sudah berjalan di level bawah. Tinggal di level pusat dan pimpinan. Saya diberikan kabar bahwa Pak SBY sedang menyiapkan pembekalan Partai Demokrat sampai 11 November. Setelah itu baru bisa duduk bersama.

Kabarnya Anda banyak janji dengan Ketua Kogasma Partai Demokrat, AHY namun tidak ada itikad baik untuk me­menuhinya. Bagaimana itu?
Ya, itu kan pertemuannya untuk berdiskusi dan pelaksan­aanya juga berlangsung sangat baik. Ada Pak SBY, saya, Pak Prabowo, Mas AHY mendis­kusikan masalah-masalah ke­bangsaan yang besar. Tentunya apapun yang jadi komitmen bersama maka akan kami wujudkan. Selama ini komunikasi kami lancar kok. Kami terus berkomitmen yang sifatnya mengalir seperti yang sudah kami sampaikan bahwa kami komit Koalisi Indonesia Adil Makmur untuk saling bantu. ***

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya