Berita

Politik

Perpanjangan Visa Rizieq Bukan Kewenangan Pemerintah Indonesia

KAMIS, 08 NOVEMBER 2018 | 19:45 WIB | LAPORAN:

Perpanjangan visa Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab merupakan kewenangan pemerintah Arab Saudi. Terlebih masa tinggal Rizieq sudah habis sejak 21 Juli 2018.

"Masalah identitas itukan hak dari pemerintah Saudi ya, sama kayak di Indonesia yang mengatur izin tinggal adalah kantor imigrasi Indonesia, bukan kantor imigrasi negara setempat," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Armanatha Nasir usai jumpa pers di Ruang Palapa Kemlu, Jakarta, Kamis (8/11).

Terkait masalah hukum Rizieq di Arab,  Armanatha memastikan pemerintah tetap memberikan pendampingan. Hal ini merupakan tangungjawab pemerintah dalam melindungi seluruh WNI di luar negeri.


Selain itu pria yang akrab disapa Tata ini juga menyampaikan seluruh WNI juga harus menaati peraturan hukum negara setempat, terutama kepada MRS.

"Dimanapun mereka (WNI) berada harus menghormati hukum setempat, jadi saya tanya kalau ada orang asing disini dia harus ikuti hukum," ujarnya.

Sebelumnya Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengatakan visa Rizieq sudah habis. Bahkan visa yang digubakan yaitu visa ziyarab tijariyyah atau visa kunjungan bisnis.

"Visa ini sebenarnya sudah habis masa berlakunya pada 9 Mei 2018 dan diperpanjang kembali dengan visa 603724xxxx hingga intiha al-iqamah (akhir masa tinggal) pada 20 Juli 2018," ungkap Agus, Sabtu (28/9) lalu.

Sesuai peraturan yang berlaku, untuk memperpanjang visa seorang Warga Negara Asing (WNA) harus keluar dari Kerajaan Arab Saudi (KAS).

"Maka sejak tanggal 8 Dzul Qa'dah 1439 H/21 Juli 2018, MRS sudah tidak memiliki izin tinggal di KAS," tandasnya. [nes]


Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Transformasi Besar-besaran Prabowo Bikin Banyak Orang Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14

Wapres AS Tiba di Swiss untuk Perundingan Damai dengan Iran

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50

KPK Ungkap Modus Pinjam Bendera di Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:19

Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Lewat Instagram

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:05

Tidak Kena Pajak Daerah, Lapangan Golf Senayan Ottolima Layak Dievaluasi

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00

Nanik S. Deyang Dituntut Audit Total BGN dan Program MBG

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:32

Pemerintah Harus Siapkan Solusi Jangka Panjang Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24

KPK-Pemprov DKI Sebarkan Pesan Antikorupsi Lewat Halte Setiabudi Integritas

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22

Seskab dan Kepala BNN Diskusikan Ancaman Peredaran Narkoba Lewat Vape

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59

Selengkapnya