Berita

Zeng Wei Jian/Net

Politik

Ciri Khas Che-Bonk

RABU, 07 NOVEMBER 2018 | 14:04 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

INDRA Sky, Theo Blackbone, Radha Biosciene, ketiganya che-bonk. Sama-sama kebarat-baratan tapi bersikap sok paling Pancasila.

Persamaan lain; bila komentar or nyetat suka lupa bawa otak. Ngomong sebakul tentang infrastruktur; roko masi ngutang di warung.

Mereka simpan otaknya di dalam laci. Sering lupa dikeluarin. Itu ciri khas nyaris semua che-bonk. Rata. Tempramental. Nyerang out of context. Ngomong soal import beras, nyerangnya masalah pribadi. Padahal mereka makan bangku sekolahan. Mereka khan memang rayap.


Presidennya ngomong "sontoloyo". Gubernur suka memaki "taik". Bupatinya mencaci "asuh". Lengkap dunia che-bonk. Getir.

Serangan che-bonk destruktif. Dungunya kompak. Masalah sepele truz mainnya. Ya kenceng di soal Hoax Ratna Sarumpaet, Bakar Bendera, Tampang Boyolali dan Import Kuda. Ngga ada satu pun yang substansial. Mereka memang sial.

Pantes Denny JA meradang dan produksi meme. Padahal, Djoko Edhi Abdurrahman menuding LSI Denny JA dikontrak 43 milyar mendegradasi Prabowo-Sandi. "Itu gosip. Terlalu kecil angka itu," kata Denny JA.

Che-bonk sring dapet proyek rilis aksi demonstrasi. Spanduknya kocak. "Setetes darah untuk Boyolali", ya ampun kocak banget. Che-bonk stress.

Karena banyak utang, nunggak bayar listrik dan kontrakan, istri minta cerai, che-bonk jadi sering marah. Itu tergambar lewat komentar dan status galau mereka.

Saking sewot sama kehidupan dan kondisi ekonomi pra sejahtera, akibat Sri Mulyani naikin pajak, Che-bonk grasa-grusu.

Saking jumpy-nya, jari mereka kena steples saat buka bungkus nasi upah demo dan nyetat. Setetes darah pun ngucur.

Soal "Penegakan Hukum" dan "Kedaulatan Ekonomi" enggan dilirik Che-bonk. Keduanya personifikasi solusi Prabowo-Sandi. Che-bonk gemetar.

Karena pabila Prabowo jadi presiden, ngga ada tempat bagi penoda agama, penyebar hoax, hatespeech dan fitnah di media sosial, koruptor masuk prodeo dan kasus Novel Baswedan beres dalam tiga bulan.

Dan pabila Sandiaga Uno jadi Wapres maka "Sandinomics" akan diimplementasi. Pembukaan berjuta-juta lapangan kerja, iklim investasi kondusif, pajak rasional, harga-harga terjangkau dan dollar terkendali.

Di situ, Che-bonk ngeri...!! [***]


Aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak)

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya