Berita

Nasaruddin Umar/Net

Peristiwa Kontroversi Yang Dilakukan Nabi & Sahabat (9)

Menyerahkan Sahabat Untuk Dihukum Musuh

RABU, 07 NOVEMBER 2018 | 08:00 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

PERJANJIAN Damai Hudai­biyah yang penuh kontrover­si itu baru saja ditandatan­gani Nabi selaku pimpinan delegasi muslim dan Suhail ibn Amru, pimpinan delegasi non-muslim Quraisy. Selain pencoretan kalimat tauhid, yakni pencoretan kalimat Bis­millahirrahmanirrahim diganti Bismikallahumma dan kalimat Muhammad Ra­sulullah diganti Muhammad ibn Abdillah, bahkan kalimat terakhir dilakukan sendiri oleh Nabi atas usul Suhail, isi perjanjian itu juga menyatakan jika umat Islam ditangkap di wilayah yang dikuasai non-muslim Quraisy, maka ia harus ditahan dan kalau umat non-muslim Quraisy ditangkap, maka ia harus segera dibebaskan dan dikembalikan ke negerinya.

Belum bubar acara penandatangan itu tiba-tiba salah seorang sahabat Nabi bernama Jandal ibn Suhail lari dari tahanan kaum Quraisy untuk mem­inta perlindungan Nabi. Namun ia lebih dahulu dis­ergap oleh pasukan Suhail dan ia menamparnya di depan Nabi sambil mengatakan: Lihat orangmu ini Muhammad, baru saja kita menandatangani Per­janjian Damai sudah mau kabur. Nabi menjawab: Engkau benar wahai Suhail sambil memegang pe­muda itu. Nabi meminta pemuda itu untuk kembali ditahan demi menaati perjanjian damai tadi. Pemu­da itu berteriak: Wahai umat Islam yang hadir di sini, apakah kalian rela kalau aku diserahkan ke tangan mereka? Sahabat Nabi pada diam. Nabi melanjut­kan perkataannya dengan mangatakan: Wahai Abu Jandal, kembalilah dan bersabarlah, Allah Swt akan memberikan jalan keluar untukmu bersama orang-orang yang bersamamu. Kami baru saja mengada­kan perjanjian damai dengan mereka, dan kami te­lah berjanji untuk menaati mereka perjanjian itu dan tidak mungkin kami bisa melanggar perjanjian itu.

Dari peristiwa ini bisa dibayangkan bagaimana kuatnya pengendalian diri para sahabat dan pa­sukan Nabi menghadapi ulah musuh umat Islam. Baru saja mereka menyaksikan pencoretan ka­limat tauhid, lalu menyaksikan sahabat mereka, Abu Jandal, ditampar mukanya di hadapan mer­eka oleh Suhail kemudian kembali ditahan. Per­istiwa ini juga menggambarkan bagaimana be­sar wibawa dan pengaruh Nabi Muhammad Saw sehingga tak seorang pun di antara sahabatnya berani melanggar instruksinya, walaupun nyata-nyata menyaksikan pemandangan yang sangat menyakitkan hati mereka. Pada sisi musuh juga takjub bagaimana kuatnya pengaruh Nabi Mu­hammad Saw mampu mendiamkan sahabat-sa­habat utamanya sepeti Umar ibn Khaththab, Utsman ibn 'Affan, dll, yang dikenal mereka sebagai tokoh-tokoh utama kaum Quraisy. Kali ini mereka harus mengalah terhadap Suhail yang mewak­ili kaum Quraisy yang sesungguhnya tidak ada apa-apanya dibanding ketokohan sahabat utama Nabi tersebut.


Para sahabat tetap bersabar dan terdiam me­nyaksikan pemandangan itu bukan karena takut terhadap kaum musuh Islam tetapi taat kepada keputusan yang diambil Nabi Muhammad Saw. Nabi meminta agar semua permintaan Suhail dipenuhi, termasuk meminta kembali Abu Jandal untuk ditahan oleh pasukan musuh. Sahabat ya­kin bahwa apa yang dilakukan Nabi Muhammad Saw sesungguhnya tidak lepas dari bimbingan Allah Swt, sebagaimana dinyatakan dalam Al- Qur'an: Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru, dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapan­nya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyu­kan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat. (Q.S. al-Najm/53:3-5).

Pada akhirnya para sahabat sadar bahwa pilihan Nabi dalam peristiwa Perjanjian Khudaibiyyah benar. Karena perjanjian gencatan senjata itu maka menahan pertumpahan darah sesame umat manusia. Jika tawanan perang musuh ditawan di Madinah tentu akan menjadi beban ekonomi masyarakat Madina yang sudah dibanjiri pengungsi. Jika umat Islam ditawan di Makkah tentu akan memanfaatkan situasi mempelajari kelemahan musuh Islkam di Mekah sekaligus membina sahabat-sahabat muslim lain di sana yang tidak bisa mengungsi. Akhirnya betul, tidak lama setelah itu terjadi peristiwa penaklukan kota Mekkah (That Makkah) tanpa setetes pun darah mengalir. Pelajaran besar bagi umat Islam, jan­gan selalu mengedepankan emosi di dalam menyelesaikan persoalan umat. Berfikir strategis lebih banyak memberi keuntungan dalam sejarah dunia Islam dibanding berjuang dengan membakar emosi umat. Strategi seperti ini juga lebih sejalan dengan ayat: Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, kar­ena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan ber­takwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S. al- Maidah/5: 8). Allahu Akbar, Masya Allah.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Ruang Digital Kondusif Faktor Penting Jaga Stabilitas Ekonomi dan Politik

Rabu, 05 Agustus 2026 | 04:03

Dibungkam Maung Bandung 2-1, STY Sebut Pemain Persija Belum Maksimal

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:43

Kuliah Koperasi untuk Feri Amsari

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:18

Gagasan Anti-Penjajahan Soemitro jadi Modal Bangsa Hadapi Dinamika Global

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:55

BRI Gelar Kick-Off BRIncubator 2026 Songsong Akselerasi UMKM Naik Kelas

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:33

Ziarahi Makam Bung Karno, Muzani Tegaskan Indonesia Rumah Bersama

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:12

Penentu Tingkat Kesuksesan suatu Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:43

Ikan Gabus Baik untuk Ibu Pascamelahirkan, Begini Penjelasannya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:17

Indonesia-Thailand Makin Mantap Jaga Kawasan Selat Malaka

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:58

Utang Pinjol Warga RI Naik 25,88 Persen, Tembus Rp105 Triliun Hingga Juni 2026

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:30

Selengkapnya