Berita

Foto/RMOL

Dunia

Jokowi Harus Klarifikasi Soal Pertemuan JK-Netanyahu

JUMAT, 02 NOVEMBER 2018 | 16:04 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pertemuan Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diyakini sepengetahuan Presiden Jokowi.

"Posisi JK hanyalah sebagai Wapres, tentu akan melaporkan setiap kegiatannya kepada presiden. Apalagi yang ditemui JK adalah PM Israel, sosok yang sensitif bagi publik Indonesia," kata Sya'roni dalam sebuah diskusi di Jakarta belum lama ini.

Pertemuan rahasia Netanyahu dengan JK dibocorkan Radio Tentara Israel yang kemudian diberitakan media Israel, The Juressalem Post, edisi 30 September 2018. Pertemuan berlangsung di sela-sela Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat.


Publik menyikapinya datar. Namun situasinya berbeda setelah terjadi insiden pembakaran bendera yang bertuliskan kalimat tauhid oleh oknum Banser di Garut pada 22 Oktober 2018. Umat Islam marah besar dan menggelar demo secara besar-besar. Sejumlah pihak lantas mempertanyakan insiden Garut terkait dengan pertemuan JK-Netanyahu, atau menjadi bagian dari konspirasi global.

"Sepatutnya Presiden Jokowi menyampaikan klarifikasi. Karena pertemuan JK dengan Netanyahu bisa mengundang kegaduhan politik. Sikap Indonesia terhadap Israel sudah jelas, yaitu tidak ada hubungan diplomatik dan Indonesia menentang keras penjajahan yang dilakukan Israel terhadap Palestina," kata Sya'roni.

Sya'roni mengatakan tidak pantas ada pejabat tinggi RI yang bertemu secara diam-diam dengan pemimpin negara penjajah. Tindakan tersebut bukan hanya pelanggaran diplomatik tetapi pelanggaran konstitusi. Sebab, konstitusi Indonesia jelas menentang adanya penjajahan di atas dunia.

"Sekali lagi, Presiden Jokowi harus segera mengklarifikasi atas pertemuan JK dengan Netanyahu. Dalam pertemuan tersebut tetap Jokowi lah yang harus bertanggung jawab karena dia sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan," demikian Sya'roni dalam diskusi yang juga menghadirkan pembicara politisi PKS Ahmad Fathul Bari, tokoh intelektual Islam Ridwan Saidi, Direktur SMC/Sabang-Merauke Circle, Syahganda Nainggolan, Ketua Umum PA 212, Slamet Maarif, dan pemerhati intelijen Hendrajit.

Redaksi sudah menghubungi pihak Istana Wakil Presiden terkait berita ini. Tanggapan akan ditayangkan dalam berita terpisah.[dem]


Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

UPDATE

Banjir, Macet, dan Kemiskinan di Jakarta Mendesak Dituntaskan

Senin, 23 Februari 2026 | 06:07

Jokowi Memang sudah Selesai, Tapi Masih Ada Gibran dan Kaesang

Senin, 23 Februari 2026 | 05:39

Tiga Waria Positif HIV Usai Terjaring Razia di Banda Aceh

Senin, 23 Februari 2026 | 05:28

Penakluk Raksasa

Senin, 23 Februari 2026 | 05:13

Kisah Tragis Utsman bin Affan: 40 Hari Pengepungan, Satu Mushaf Berdarah

Senin, 23 Februari 2026 | 04:26

Kebangkitan PPP Dimulai dari Jabar

Senin, 23 Februari 2026 | 04:10

Prabowo Tak Beruntung terkait Tarif Trump

Senin, 23 Februari 2026 | 04:05

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Tembok Ratapan Solo Jadi Potret Wajah Kekuasaan Jokowi yang Memudar

Senin, 23 Februari 2026 | 03:27

Persib Kokoh di Puncak Klasemen Usai Tekuk Persita 1-0

Senin, 23 Februari 2026 | 03:00

Selengkapnya