Berita

Ikhsan Abdullah/RMOL

Hukum

MUI Bantah Bakal Laporkan Ketum GP Ansor Ke Polisi

SABTU, 27 OKTOBER 2018 | 17:44 WIB | LAPORAN:

Komisi Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI) membantah berencana melaporkan Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas ke pihak kepolisian.

Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI, Ikhsan Abdullah menegaskan komisinya sejalan dengan kebijakan pimpinan MUI telah disampaikan kepada publik melalui keterangan pers beberapa waktu yang lalu.

"Kami menyerahkan kasus pembakaran bendera berkalimat tauhid kepada aparat Kepolisian Negara RI sebagai aparat keamanan," tegasnya dalam keterangan pers, Sabtu (27/10).


Dikatakan, pelaku yang mengibarkan bendera di tengah upacara peringatan Hari Santri Nasional agar ditangkap dan diproses hukum. Sebab, dia dinilai sebagai sumber yang menciptakan kegaduhan. Sementara pelaku pembakar bendera agar diberikan hukuman yang bersifat edukatif.

"Karena harus ada treatment dan punishment agar di masa yang akan datang tidak terjadi lagi kasus-kasus seperti itu. Yang hanya menciptakan ketegangan antara kita sesama umat dan bangsa Indonesia yang perlu ketenangan dan kenyamanan. Masyarakat kita perlu suasana hidup yang tenteram dan harmonis," jelasnya.

Rencana melaporkan Yaqut Cholil Qoumas ke pihak kepolisian diungkapkan oleh Abdul Chair Ramadhan dalam sebuah diskusi di kawasan Cikini beberapa hari yang lalu. Ikhsan Abdullah menegaskan bahwa Abdul Chair Ramadhan sudah tidak lagi menjadi bagian dari Komisi Hukum MUI.

"Tidak ada rencana untuk melaporkan Banser, dan saudara Ramadhan Chair sudah lama tidak aktif lagi sebagai Anggota Komisi Hukum. Dan pernyataan tersebut bersifat pribadi," pungkasnya. [lov]


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya