Berita

Foto: Net

Bisnis

Sejarah Inalum, Perusahaan Peleburan Pertama Di Indonesia

JUMAT, 26 OKTOBER 2018 | 13:20 WIB | LAPORAN:

PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Persero memiliki sejarah panjang hingga akhirnya menjadi sebuah Holding Industri Pertambangan.

Setelah 100 persen saham Inalum kembali ke pangkuan Indonesia, pasokan bahan baku alumunium di dalam negeri terjamin dengan baik. Maklum, selama 30 tahun Inalum berada di tangan Jepang.

Awal mula Inalum menjadi perusahaan yang bergerak di peleburan tambang dimulai pada awal abad ke-19 ketika banyak pihak menyadari potensi dari Sungai Asahan di Kuala Tanjung, Sumatera Utara. Studi kelayakan pertama dilakukan tahun 1919 oleh pemerintah kolonial Belanda. Selang 20 tahun, studi kembali dilakukan oleh perusahaan Belanda Exploitatie Va de Waterkracht in de Asahan Rivier (MEWA).


Pada 1972, Departemen Pekerjaan Umum dan Listrik beserta perusahaan Jepang Nippon Koei menindaklanjuti hasil dari studi-studi tersebut yang menunjukkan kelayakan pembangunan PLTA dan pabrik peleburan aluminium hingga akhirnya pemerintah Indonesia menandatangani Master Agreement dengan Nippon Asahan Aluminium (NAA) Co., Ltd, konsorsium yang didirikan pemerintah Jepang dengan 12 perusahaan Jepang pada tahun 1975.

Perusahaan patungan antara pemerintah Indonesia dan NAA bernama PT Indonesia Asahan Aluminium resmi didirikan setahun kemudian, pada 1976. Selama 38 tahun berikutnya, Inalum menjadi perusahaan gabungan yang memproduksi aluminium sebelum secara perlahan dialihkan sahamnya menjadi sepenuhnya milik pemerintah Indonesia.

21 April 2014 menjadi momentum ketika Menteri BUMN melalui PP No. 26 tahun 2014 menunjuk Inalum sebagai Perusahaan Perseroan, sekaligus meresmikan statusnya sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sejak menjadi BUMN, sejumlah groundbreaking beberapa proyek strategis perusahaan pelat merah di Sumatera Utara, termasuk Proyek Diversifikasi milik Inalum oleh Presiden Joko Widodo.

Inalum juga merencanakan ekspansi dengan menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terkait rencana pembangunan klaster aluminium di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning, Kabupaten Bulungan.

Selain aluminium ingot, Inalum pun mulai memproduksi aluminium billet dan foundry alloy.

Tidak lama setelah menjadi BUMN, pada 27 November 2017 Inalum ditunjuk menjadi Holding lndustri Pertambangan (HIP) yang ditandai dengan penandatanganan akta pengalihan saham seri B yang terdiri atas PT Aneka Tambang Tbk sebesar 65 persen, PT Bukit Asam Tbk sebesar 65,02 persen, PT Timah Tbk sebesar 65 persen, serta 9,36 persen saham PTFI yang dimiliki pemerintah kepada Inalum.

Salah satu peran strategis Inalum selama satu tahun terbentuknya HIP adalah upaya peningkatan kepemilikan saham negara di PT Freeport Indonesia dari awalnya 9,36 persen dan akan resmi menjadi 51,2 persen. Proses divestasi yang panjang ini ditargetkan mencapai closing pada bulan Desember 2018.[***]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya