Berita

Facebook/Net

Dunia

Facebook Dituntut Atas Angka-angka Penayangan Video

SABTU, 20 OKTOBER 2018 | 09:45 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Raksasa sosial media Facebook dituding mengetahui adanya ketidakakuratan dalam cara mengukur berapa banyak orang yang melihat video di situsnya selama beberapa tahun sebelumnya.

Hal itu terungkap dalam dokumen pengadilan yang merupakan bagian dari tindakan hukum Amerika Serikat terhadap Facebook.

Dalam dokumen itu, disebutkan bahwa Facebook sebenarnya mengetahui masalah ini sejak tahun 2015 lalu, namun berupaya menyembunyikannya.


Dokumen yang sama menyebut bahwa pada bulan September 2016 lalu, Facebook mengakui bahwa mereka telah melebih-lebihkan berapa banyak video yang telah ditonton selama dua tahun sebelumnya.

"Kami memberi tahu pelanggan kami tentang kesalahan ketika kami menemukannya - dan memperbarui pusat bantuan kami untuk menjelaskan masalah ini," kata pihak Facebook dalam sebuah pernyataan.

Kesalahan itu memengaruhi metrik Facebook yang disebut "durasi rata-rata video yang dilihat", yang seharusnya memberi tahu penerbit untuk berapa lama, rata-rata, orang telah menonton video.

Namun, metrik tidak menyertakan pemirsa yang telah menonton selama kurang dari tiga detik dalam hitungan.

Mendiskon tayangan yang lebih singkat, termasuk orang-orang yang mengabaikan video dalam umpan berita mereka, meningkatkan waktu penayangan rata-rata untuk setiap video.

Masalah penayangan itu menyebabkan segelintir pengiklan kecil menuntut Facebook atas perilaku bisnis yang tidak adil dan penipuan.

Sebagai bagian dari kasus mereka, mereka telah melihat ribuan catatan internal Facebook dan mengklaim ini menunjukkan perusahaan tahu tentang masalah ini pada tahun 2015.

Para penggugat mengklaim bahwa manajer rekayasa Facebook menindaklanjuti keluhan pengiklan yang tertanggal kembali ke awal 2015, mengatakan "tidak ada kemajuan dalam tugas selama satu tahun".

Dalam dokumen disebut bahwa fakta bahwa angka yang diberikan oleh Facebook berarti pengiklan memasukkan lebih banyak uang ke dalam iklan videonya daripada iklan di platform lain.

Sebagai tanggapan, Facebook mengatakan bahwa gugatan tersebut tidak berdasar.

"Gugatan ini tidak berdasar dan kami telah mengajukan mosi untuk mengabaikan klaim penipuan ini," begitu keterangan Facebook seperti dimuat BBC akhir pekan ini.

"Saran bahwa kami dengan cara apa pun mencoba menyembunyikan masalah ini dari mitra kami adalah salah," tambahnya. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Muhammadiyah Himpun Rp6 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Rp3,4 Miliar Telah Disalurkan

Sabtu, 05 September 2026 | 10:18

Emas Antam Ambruk Rp30.000, Termurah Dibanderol Rp1,3 Juta

Sabtu, 05 September 2026 | 09:19

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Hukuman Dua Pelaku Diringankan

Sabtu, 05 September 2026 | 08:50

Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Energi

Sabtu, 05 September 2026 | 08:14

112 Tersangka Kasus Karhutla Sudah Ditangkap, 55 Perkaran Dilidik

Sabtu, 05 September 2026 | 07:41

RUU Perampasan Aset Potensial Menjarah Aset Seluruh Rakyat

Sabtu, 05 September 2026 | 06:46

112 Tersangka Kasus Karhutla Ditangkap, Terbanyak di Riau

Sabtu, 05 September 2026 | 06:34

Muhammadiyah Layani Penyintas Gempa NTT

Sabtu, 05 September 2026 | 06:17

JHL Foundation Beri Beasiswa Kelapa untuk 100 Mahasiswa UBB

Sabtu, 05 September 2026 | 06:02

Operasi Modifikasi Cuaca Dioptimalkan di Kalbar dan Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 05:52

Selengkapnya