Berita

Panen padi/Net

Lahan Rawa Mampu Selesaikan Zero Hunger Di Dunia

JUMAT, 19 OKTOBER 2018 | 01:37 WIB | LAPORAN:

Zero hunger 2030 bukanlah mimpi karena bisa diwujudkan dengan pendekatan inovasi dan teknologi.

Demikian dikatakan oleh Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) Balitbang Kementerian Pertanian, Haris Syahbuddin dalam acara Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 di Desa Jejangkit Muara, Kabupaten Barito Kuala, Kamis (18/10).

“Di lahan rawa di Kalimantan selatan ini indeks pertanaman bisa ditingkatkan dari 100 (sekali tanam per tahun) menjadi 300,” ujar Haris.


Selaku Penanggung Jawab Gelar Teknologi (Geltek) HPS di Jejangkit Muara, Haris mengatakan produktivitas padi juga meningkat tajam dari 2 hingga 3 ton per hektare menjadi 6 hingga 7 ton per hektare.

“Teknologi pengelolaan dan pengolahan air, teknologi pemupukan hayati (Biotara), teknologi pengapuran, perlakuan benih dengan Agrimeth,  penggunaan varietas unggul baru, teknik penanaman Jarwo Super,  teknologi pemupukan dan penanganan hama merupakan kunci keberhasilan tersebut,” paparnya.

Dari simulasi tersebut, lanjutnya, penghasilan petani melonjak dari Rp 5 hingga 6 juta menjadi Rp 36 hingga 38 juta per tahun. Hal itu belum termasuk pendapatan dari usaha tani lain yang dikelola secara terintegrasi, baik tanaman hortikultura, ternak itik, hingga budidaya keramba ikan.

Melalui pengolahan air yang tepat dengan keramba jaring berukuran 2 x 2 meter bisa dijadikan sebagai area menanam 500 ekor benih ikan atau setara dengan 250 kg ikan. Kemudian ada itik Alabio yang merupakan sumber daya genetik asli Kalsel, dimana setiap petani bisa mengelola sedikitnya 50 ekor.

“Optimalisasi lahan rawa bukan hanya meningkatkan produksi pangan, namun juga meningkatkan kesejahteraan petani secara sangat signifikan,” tegas Haris.

Selain HPS, Kementan juga menggelar Pekan Pertanian Rawa Nasional (PPRN) yang merupakan tulang punggung kegiatan HPS. Kegiatan PPRN menunjukkan bahwa pertanian lahan rawa bisa menerapkan berbagai pola usaha tani yang menguntungkan.

Budidaya jagung misalnya, produktivitas nya bisa mencapai 20 ton per hektare atau setara 14 ton berat pipilan kering. Produktivitas tinggi juga diperoleh pada tanaman cabai, bawang, dan juga jeruk siam.

Poin penting lainnya dari gelar teknologi pada HPS kali ini adalah diterapkannya berbagai teknologi efisien dan ramah lingkungan. Haris menyebut antara lain teknologi pompa terapung, teknologi pompa bertenaga radiasi surya, traktor tanpa awak, serta pemupukan hayati dan teknologi anti hama ramah lingkungan. Teknologi tersebut dinilai mampu mengurangi konsumsi bahan bakar dan menurunkan emisi gas rumah kaca.

“Kalsel memiliki banyak lahan 'tidur' yang belum termanfaatkan. Jika lahan tidur itu tidak dimanfaatkan, maka bisa berpotensi menimbulkan masalah baru, salah satunya kebakaran hutan dan lahan. Dengan adanya teknologi optimalisasi lahan rawa, lahan-lahan 'tidur' tersebut bisa diubah menjadi lahan pertanian produktif, yang pada saatnya nanti mampu menjadi lumbung pangan  masa depan Indonesia  dan dunia,” pungkasnya. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya