Berita

Jenderal Pol Tito Karnavian/Net

Hukum

Nama Kapolri Kerap Dicatut, Begini Reaksi Mabes Polri

SENIN, 15 OKTOBER 2018 | 11:53 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Setidaknya lima kali nama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dicatut oleh orang maupun kelompok tertentu guna meraup keuntungan atau sekadar bagian dari kepentingan politik.

Menurut Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto hal tersebut bagian dari resiko  menjadi pejabat tinggi negara.

“Jangankan Pak Tito yang sudah kesohor, saya aja pernah namanya dicatut, waktu itu ada orang minta uang katanya disuruh saya, jadi itulah resiko publik figur dikenal orang,” kata Setyo di PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (15/10).


Sebelumnya memang, nama tito beberapa kali dikaitkan pada satu kasus dan dimanfaatkan oleh oknum. Yang pertama pada kasus Labora Sitorus, seorang anggota polisi berpangkat Aiptu yang memiliki rekening bejumlah Rp 1,5 triliun. Saat itu nama Tito sebagai Kapolda Papua disebut sebut menerima aliran dana dari Labora, padahal Tito belum menjadi Kapolda Papua, bahkan yang membongkar kasus Labora.

Kemudian yang kedua, pada Oktober 2017, Titin Hendriko mengaku-ngaku sebagai keponakan Kapolri Tito Karnavian dan menipu sejumlah orang yang hendak masuk polisi hingga dia meraup Rp 1,5 miliar. Ketiga, Rahmat yang mengaku sebagai Sespri Kapolri Tito Karnavian menipu seorang pengusaha Rp 1 miliar.

Lalu keempat yang lagi ramai yakni, soal hasil investigasi Indonesialeaks, dimana Tito disebut-sebut menerima suap dari Basuki Hariman dalam kasus perkara importir daging sapi.

Lalu yang terakhir, Habel Yahya ditangkap polisi. Ia mengaku mendapat Surat Keputusan Kapolri Tito Karnavian untuk memegang konsesi besi bekas atau besi tua di PT Freeport, Papua. Enam pengusaha besi tua di ditipu hingga meraup puluhan miliar rupiah. [jto]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya