Berita

Fadli Zon/Net

Politik

Bagi Fadli Zon, Pidato Jokowi Justru Tunjukkan Mental Pemimpin Inferior

SABTU, 13 OKTOBER 2018 | 17:31 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pidato Presiden Joko Widodo dalam Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group mendapat banyak pujian. Dalam pidato itu Jokowi mengambil tamsil film serial “Game Of Thrones” untuk menggambarkan situasi perekonomian global.

Namun demikian, di mata Wakil DPR RI Fadli Zon pidato Jokowi itu justru menunjukkan sikap pemimpin negara yang lemah. Sebab dalam pidato itu, Jokowi sempat menyatakan, “kami bergantung pada bapak/ibu semuanya, para pembuat kebijakan moneter dan fiskal dunia untuk menjaga komitmen kerja sama global”.

“Sebagai tuan rumah, mestinya posisi Indonesia diuntungkan untuk dapat menyampaikan masukkan serta kritik terhadap IMF,” ujar Fadli Zon dalam akun Twitter pribadinya, @fadlizon, Sabtu (13/10).


Kata wakil ketua umum Gerindra itu, selain analogi “Games of Thrones" yang tak relevan dengan situasi saat ini, jika disimak baik-baik, pidato Presiden Jokowi di forum tersebut juga menunjukkan ekonomi Indonesia yang lemah di tengah tantangan ekonomi global saat ini.

“Jika demikian, apa yang patut diapresiasi dari pidato tersebut?” tegasnya.

Fadli menilai pidato Jokowi itu tidak punya substansi penting bagi bangsa Indonesia di hadapan IMF. Hal ini lantaran pidato Jokowi di forum IMF, menyiratkan kecemasan akut. Sebab, Jokowi seakan meminta belas kasihan kepada negara besar dalam menghadapi gejolak ekonomi global.

“Sangat disayangkan di forum tersebut, sikap mental yang dipertontonkan presiden justru mental inferior yang mengemis belas kasihan negara besar,” terangnya.

Di sisi lain, pidato tersebut justru menunjukkan pemerintah Indonesia sedang tak percaya diri dengan arah kebijakannya dalam mengatasi kondisi rupiah yang terus terdepresiasi.

Sebagai tuan rumah, seharusnya Jokowi bisa kembali melontarkan kritik terhadap IMF sebagaimana pernah disuarakan pada tahun 2015 dalam momen peringatan Konferensi Asia Afrika.

“Isu ketidakadilan global, ketimpangan, serta kritikan Indonesia atas dominasi negara-negara besar dalam arsitek keuangan global, mestinya kembali disuarakan. Jika itu yang kemarin disampaikan, pidato presiden patut kita apresiasi,” tukasnya. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya