Berita

Nasaruddin Umar/Net

Perempuan Hebat di Dalam Al-Qur’an (45)

Kemerdekaan Perempuan di Masa Nabi Muhammad Saw

JUMAT, 12 OKTOBER 2018 | 08:19 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

LUAR biasa Nabi Muham­mad Saw. Yang paling wa­jib berterima kasih kepa­da Nabi Muhammad Saw adalah kaum perempuan. Seandainya bukan karena perjuangan Nabi Muham­mad Saw, menurut Prof. I. Haddad, seorang gurube­sar di Georgetown University, Washington Dc, mustahil kaum perempuan bisa menikmati ke­merdekaan seperti saat ini. Nabi sendiri mem­berikan contoh di dalam keluarganya, bagaima­na memberikan kebebasan dan kemerdekaan terhadap kaum perempuan.

Istri-istri Nabi terutama Aisyah, telah men­jalankan peran politik penting. Selain Aisyah, juga banyak perempuan lain yang terlibat da­lam urusan politik, mereka banyak terlibat da­lam medan perang, dan tidak sedikit di antara mereka gugur di medan perang, seperti Ummu Salamah (istri Nabi), Shafiyyah, Lailah Al-Ghaf­fariyah, Ummu Sinam Al-Aslamiyah.

Sedangkan kaum perempuan yang aktif di dunia politik dikenal misalnya: Fatimah binti Rasulullah, 'Aisyah binti Abu Bakar, 'Atika bin­ti Yazid ibn Mu’awiyah, Ummu Salamah binti Ya'qub, Al-Khoizaran binti 'Athok, dan lain se­bagainya.


Dalam bidang ekonomi perempuan bebas memilih pekerjaan yang halal, baik di dalam atau di luar rumah, mandiri atau kolektif, di lem­baga pemerintah atau swasta, selama peker­jaan itu dilakukan dalam suasana terhormat, sopan, dan tetap menghormati ajaran agaman­ya. Hal ini dibuktikan oleh sejumlah nama pent­ing seperti Khadijah binti Khuwailid (istri Nabi) yang dikenal sebagai komisaris perusahaan, Zainab binti Jahsy, profesinya sebagai penya­mak kulit binatang, Ummu Salim binti Malhan yang berprofessi sebagai tukang rias pengantin, istri Abdullah ibn Mas'ud dan Qilat Ummi Bani Anmar dikenal sebagai wiraswastawan sukses, Al-Syifa' yang berprofesi sebagai sekretaris dan pernah ditugasi oleh Khalifah Umar untuk me­nangani pasar Kota Madinah. Begitu aktif kaum wanita pada masa Nabi, maka Aisyah pernah mengemukakan suatu riwayat "Alat pemintal di tangan wanita lebih baik dari pada tombak di tangan kaum laki-laki". Dalam riwayat lain Nabi pernah mengatakan "Sebaik-baik permainan seorang perempuan muslimah di dalam rumah­nya adalah memintal/menenun".

Jabatan kontroversi bagi kaum perempuan adalah menjadi Kepala Negara. Sebagian ulama masih menganggap jabatan ini tidak layak bagi seorang wanita, namun perkemban­gan masyarakat dari zaman ke zaman pendu­kung pendapat ini mulai berkurang. Bahkan, Al-Maududi yang dikenal sebagai ulama yang secara lebih tekstual mempertahankan ajaran Islam sudah memberikan dukungan kepada Fatimah Jinnah sebagai orang nomor satu di Pakistan.

Dalam bidang pendidikan tidak perlu diragu­kan lagi. Al-Qur'an dan hadits banyak mem­berikan pujian kepada laki-laki dan perempuan yang mempunyai prestasi dalam ilmu pengeta­huan. Al-Qur'an menyinggung sejumlah tokoh wanita yang berprestasi tinggi, seperti Ratu Balqis, Maryam Istri Fir'aun, dan sejumlah Is­tri Nabi.

Dalam suatu riwayat disebutkan, Nabi per­nah didatangi kelompok kaum perempuan yang memohon kesediaan Nabi untuk menyisihkan waktunya guna mendapatkan ilmu pengeta­huan. Dalam sejarah Islam klasik ditemukan beberapa nama wanita yang menguasai ilmu pengetahuan penting seperti 'Aisyah istri Nabi, Sayyidah Sakinah, putri Husain Ibn Ali ibn Abi Thalib, Al-Syekhah Syuhrah yang digelari den­gan "Fikhr al-nisa" (kebanggan kaum wani­ta), adalah salah seorang guru Imam Syafi', Mu'nisat al-Ayyubi (saudara Salahuddin Al-ayyubi), Syamiyat al-Taimiyah, Zainab, putri se­jarawan Al-Bagdady, Rabi'ah al-Adawiyh, dan lain sebagainya. Keberadaan Nabi Muhammad Saw tidak bisa dipisahkan dengan pembebasan kaum perempuan dari belenggu tradisi misoginis, sebuah paham teologi yang mengharuskan seseorang membenci perempaun karena mer­eka yang menyebabkan anak manusia turun dari langit kebahagiaan ke bumi penderitaan.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya