Berita

Eni Maulani Saragih dihadirkan sebagai saksi dalam sidang perkara suap proyek pembangunan PLTU Riau-1/RMOL

Hukum

Saksi: Di Proyek Pembangunan PLTU Riau-1 Sofyan Basir Dapat Jatah Komisi Terbaik

JUMAT, 12 OKTOBER 2018 | 04:19 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Dirut‎ PT PLN Sofyan Basir ternyata mendapat jatah komisi dalam proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Tidak tangung-tanggung fee alias komisi yang diterima Sofyan merupakan paling the best atau terbaik.

Hal ini terungkap saat mantan anggota Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih dihadirkan sebagai saksi dalam sidang perkara suap proyek pembangunan PLTU Riau-1 dengan terdakwa Johanes Budisutrisno Kotjo di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (11/10).


Dalam kesaksiannya Eni menjelaskan dirinya beberapa kali bertemu dengan Sofyan untuk membahas pembagian fee. Bahkan, Sofyan pernah terang-terangan membicarakan fee yang cukup besar untuk dirinya.

"Memang tidak spesifik bilang kalau ada rezeki. Tapi kata beliau (Sofyan Basir), karena Bu Eni yang fight di sini, harus dapat yang the best-lah," ujar Eni.

Selain Sofyan, Eni juga meminta agar mantan Menteri Sosial Idrus Marham mendapatkan jatah fee dari proyek tersebut.

Hal tersebut lantaran Eni selalu berkomunikasi dengan Idrus selaku Plt Ketua Umum Partai pasca Setya Novanto terjerat kasus KTP elektronik.

"Saya minta Pak Sofyan Basir bicara sama Kotjo untuk memperhatikan Pak Idrus. Itu inisiatif Saya. Pak Sofyan Basir agar perhatikan Idrus. Kalau ada rezeki tolong diperhatikan," kata Eni.

Eni sendiri diduga berperan membantu Bos Blackgold Natural Resources Limited, Johanes B. Kotjo untuk meloloskan proyek PLTU Riau-1. Eni jugalah yang memfasilitasi pertemuan antara Johanes ‎Kotjo dengan Sofyan Basir dalam membahas proyek tersebut.

Dalam perkara ini, Johanes Budisutrisno Kotjo didakwa jaksa pada KPK menyuap Eni Maulani Saragih dan mantan Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham sebesar Rp4,750 miliar.

Menurut jaksa, uang yang diberikan Johanes Kotjo kepada Eni Saragih agar perusahaannya mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP)‎ PLTU Riau-1.

Proyek tersebut merupakan kerjasama antara PT PJBI, Blackgold Natural Resources Limited, dan China Huadian Engineering Company. [nes]  

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Produk Impor Masuk Indonesia Wajib Sehat dan Halal

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:14

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Jemaah Haji Aceh Bisa Akses Ruang VIP Bandara

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:28

Ashari Menghilang, Belum Ditangkap Polisi

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:16

Ambulans Angkut Jenazah Hantam Truk, Dua Orang Tewas

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:00

BPJPH dan Barantin Perkuat Pengawasan Pakan Impor Berunsur Porcine

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:33

Purbaya Siapkan Insentif Mobil dan Motor Listrik

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:24

Rumah di Grogol Petamburan Dilalap Api

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:01

Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini Digagalkan

Senin, 04 Mei 2026 | 23:35

Tiga Jam Operasional KRL Rangkasbitung Lumpuh

Senin, 04 Mei 2026 | 23:20

Selengkapnya