Berita

Politik

PMII: Penjelasan Ketua KPK Dan Humas Polri Jawab Kegelisahan Publik

KAMIS, 11 OKTOBER 2018 | 10:47 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri harus tetap fokus menjalankan tugas sebagaimana aturan yang berlaku. Jangan sampai terganggu isu pengrusakan buku bersampul merah yang tengah heboh diperbincangkan.

Demikian penegasan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), Agus Mulyono Herlambang melalui siaran pers yang diterima redaksi, Kamis (11/10).

"PMII menghargai penjelasan ketua KPK dan Kadiv Humas Polri bahwa tidak benar adanya keterlibatan korupsi Kapolri dan pengrusakan buku merah oleh eks penyidik KPK. Penjelasan seperti ini diperlukan publik agar berita tidak simpang siur," ujarnya.


Ia mengimbau kepada semua pihak yang terlibat dalam kekisruhan kasus tersebut untuk mengakhiri polemik dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah. Ia juga meminta masyarakat agar lebih teliti dan tidak menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya.

"Karena berita-berita seperti itu justru akan semakin memperkeruh suasana dan menimbulkan kegelisahan di mana-mana," ujarnya.

Agus mengatakan, kerjasama semua pihak untuk menciptakan iklim yang kondusif sangat diperlukan saat ini di tengah situasi politik yang memanas.

Menurutnya, salah satu upaya sederhana dalam mengantisipasi kondisi tersebut adalah berhati-hati dalam mencerna dan menyebarluaskan informasi yang beredar.

"Kapolri tetap fokus saja pada hal-hal yang membutuhkan perhatian dari Kapolri yang diperlukan oleh bangsa  seperti pengamanan Asian Para Games, pertemuan IMF World Bank di Bali, migitasi gempa NTB (Nusa Tenggata Barat), Palu dan sekitarnya. Dan yang terpenting adalah pengamanan tahapan Pileg (Pemilihan Legislatif) dan Pilpres (Pemilihan Presiden)," tegasnya.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya