Berita

Politik

Cepat Padamkan Karhutla Di Papua!

KAMIS, 11 OKTOBER 2018 | 03:30 WIB | LAPORAN:

Kemarau panjang saat ini membuat kebakaran hutan terjadi di banyak tempat. Tidak hanya di Sumatera dan Kalimantan. Di Papua juga.

Melihat kondisi ini, Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla), dan pihak terkait segera bergerak memadamkan kebakaran itu.

Dalam data yang dipegang Bamsoet, sapaan akrab Bambang, di dua hari terakhir ini telah terjadi peningkatan jumlah titik api (hotspot) di Papua bagian selatan. Dari 211 menjadi 298 titik. Titik api itu tersebar di hutan yang ada di Kabupaten Merauke dan Kabupaten Mappi.


"Harus segera dilakukan pemadaman. Sebab, peningkatan ini berpotensi membahayakan aktivitas penerbangan dan mengganggu kesehatan warga," ucapnya dalam keterangan tertulis, Rabu (10/10).

Bamsoet berharap, tidak ada penyebaran hotspot itu. Makanya, selain pemadaman, perlu juga dilakukan upaya untuk pencegahan penyebaran titik api. Kemudian, memberikan solusi berupa bantuan air atau pemadaman kepada wilayah yang terkendala akses sumber air, baik pemadaman melalui darat maupun udara (water bombing).

"Sebab, mayoritas titik api di Papua berada di daerah yang terisolasi" ujar Bamsoet.

Setelah titik api itu padam, lanjut Bamsoet, pihak-pihak terkait tidak boleh lengah. Harus tetap waspada. Sebab, musim kemarau masih panjang.

Kementerian LHK, BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) didampingi Pemerintah Daerah untuk terus waspada terhadap meningkatnya kemunculan titik api di berbagai wilayah Papua, khususnya pada puncak musim kemarau.

"Kemudian, memberikan solusi riil dalam mencegah terjadinya kembali karhutla ataupun membuat aturan maupun kebijakan yang dapat mendukung hal tersebut," terang politisi Partai Golkar ini.

Tak lupa, Bamsoet juga meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus berkoordinasi dengan BMKG dalam mendapatkan data terupdate dari kemunculan titik api di sejumlah wilayah yang memiliki potensi terjadinya karhutla.

Koordinasi ini amat penting guna mengantisipasi asap yang dapat mengganggu aktivitas penerbangan.

Kemudian, dia meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Dinas Kesehatan Daerah ikut bergerak. Yaitu dengan melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap dampak kebakaran lahan pada kesehatan masyarakat.

"Harus disiapkan kebutuhan obat-obatan dan alat medis bagi masyarakat. Ini penting mengingat asap yang ditimbulkan dapat mengganggu kesehatan masyarakat setempat, seperti kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)," tandasnya. [nes]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya