Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Kemkominfo Akan Blokir Grup Mengandung LGBT Di Facebook

KAMIS, 11 OKTOBER 2018 | 00:20 WIB | LAPORAN:

Kementerian Komunikasi dan Informatika (kemenkominfo) telah menganalisis konten pada group Facebook yang diduga mengandung muatan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas Kemkominfo Ferdinandus menjelaskan analisis tersebut dilakukan Subdit Pengendalian Konten Internet Negatif, Ditjen Aplikasi Informatika Kemkominfo dalam dua hari belakangan.

Menurut Ferdinandus jika ditemukan konten yang mengandung muatan LGBT, maka pihaknya akan membloir akun Facebook yang menyebar konten negatif tersebut.


"Kemkominfo RI akan melakukan tindakan blokir atau pemutusan akses jika konten-konten pada group Facebook tersebut mengandung muatan pornografi," jelas Ferdinandus.

Ferdinandus menjelaskan kategori pornografi mengacu pada UU No 44 Tahun 2008 adalah konten yang secara eksplisit memuat persenggamaan. Termasuk persenggamaan yang menyimpang, kekerasan seksual, masturbasi atau onani, ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan, alat kelamin, atau pornografi anak.

Ia juga memastikan Subdit Pengendalian Konten Internet Kemkominfo akan berkoordinasi dengan Polres Garut serta akan memanggil pihak Facebook terkait isu LGBT.

"Jangan sampai jika group Facebook diblokir oleh Kemkominfo malah justru menghambat proses penyelidikan atau penyidikan yg sdg dilakukan oleh Polres Garut," ujarnya.

Untuk diketahui hingga awal Oktober 2018 ini, Kemkominfo telah melakukan pemblokiran terhadap lebih dari 890 ribu website yg melanggar undang-undang. 80 persen diantaranya adalah website pornografi. [nes]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya