Berita

Jokowi dan Tito/Net

Politik

Buku Merah Diungkit Lagi, IPW: Ada Yang Tidak Suka Tito Dekat Jokowi

RABU, 10 OKTOBER 2018 | 21:51 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Dugaan perobekan alat bukti kasus suap Basuki Hariman kepada mantan Hakim Konstitusi Patrialis Akbar kembali dimunculkan oleh pihak-pihak tertentu.

Pihak itu diduga merupakan orang yang tidak suka dengan kedekatan yang terjalin antara Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan Presiden Joko Widodo.

Begitu kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menanggapi kemunculan kembali kasus dugaan perobekan buku merah perusahaan milik Basuki Hariman oleh dua penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari unsur Polri.


“Kasusnya sudah lama, tapi kenapa baru dimunculkan lagi menjelang Pilpres 2019. Apakah ada manuver dari pihak tertentu yang tidak suka melihat kedekatan Tito dengan presiden?” kata Neta kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (10/10).

Apalagi, sambung Neta, secara resmi Ketua KPK Agus Rahadjo telah mengklarifikasi dugaan aliran dana ke Tito tidak benar.

Bahkan Agus, juga mengatakan bahwa buku catatan keuangan tersebut hanya sebagai petunjuk yang sudah diklarifikasi dan dibantah sendiri oleh Basuki Hariman.

“Artinya, pernyataan ketua KPK itu kan suara resmi KPK dan apa perlu dipermasalahkan lagi,” ujarnya.

Begitu juga, sambung Neta, soal perusakan buku yang sudah dijelaskan ketua KPK tidak cukup bukti dan telah dihentikan penyelidikannya.

Lebih lanjut, Neta menyarankan agar di tahun politik ini KPK dan Polri terus bisa bersinergi, bukan malah diadu domba.

“Jangan mau diadu domba hingga muncul cicak buaya jilid 3. KPK harus terus agresif memburu koruptor di tahun politik ini dan Polri harus mampu maksimal menjaga keamanan hingga Pilpres 2019,” pungkasnya. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya