Berita

Amien Rais/Net

Politik

Rejo: Tuntutan Amien Rais Perkeruh Kondisi Politik

RABU, 10 OKTOBER 2018 | 17:13 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Langkah Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais yang menyuarakan pencopotan Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat akan diperiksa di Mapolda Metro, Rabu (10/10) hanya akan memperkeruh kondisi politik.

Begitu kata Ketua Divisi Hukum, Advokasi dan Migrant Care Relawan Jokowi (Rejo) Kastorius Sinaga. Menurutnya, mengungkit kembali sebuah kasus yang sudah inkrah, kemudian menuding secara sembrono kepada Tito, tidak lebih dari sekadar bentuk pengalihan isu.

“Tujuannya untuk menekan Kapolri guna membuka ruang negosiasi yang tidak perlu,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (10/10).


Kastorius menilai seharusnya Amien cukup memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya sebagai saksi atas kasus hoax Ratna Sarumpaet. Dia seharusnya memberi sikap teladan dalam proses penegakan hukum di Indonesia dengan cara mendukung penyidikan kepolisian agar kasus Ratna Sarumpaet menjadi terang benderang.

“Hoax Ratna Sarumpaet telah menjadi salah satu sumber gangguan ketertiban nasional, khususnya menjelang Pilpres 2019. Adalah hal lumrah bila Kepolisian memberikan prioritas perhatian atas kasus ini guna menghindari eskalasi dampak kasus yang bisa berbuntut pada konflik horizontal di masyarakat,” sambungnya.

Kata Kastorius, mengenai penentuan posisi Amin Rais sebagai saksi kunci dalam kasus hoax Ratna merupakan hal yang biasa dalam hukum acara penyidikan. Apalagi, yang bersangkutan adalah salah satu pihak yang pertama mengetahui, bertemu, dan berdiskusi dengan Ratna, sebelum presidium Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) itu mengakui kebohongannya ke publik.[ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya