Berita

Ratna Sarumpaet/Net

On The Spot

Pernah Jadi Pos Pengungsian Rumah Ratna Sarumpaet Asri

Berada di Pemukiman yang Ramai
RABU, 10 OKTOBER 2018 | 09:52 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Aktivis Ratna Sarumpaet ditahan kepolisian dalam kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks penganiayaan terhadap dirinya. Dia diamankan pihak berwajib di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, saat hendak pergi ke luar negeri.
 
Sebelum ditahan kepolisian, sehari-hari Ratna tinggal di rumah pribadinya. Rumah terse­but berada di Jalan Kampung Melayu Kecil 5, Kelurahan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan. Rumahnya tak begitu jauh dari Stasiun Tebet dan Terminal Bus Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Rumah tersebut berada di pemukiman yang sangat ramai. Rumah-rumah berdiri cukup rapat satu sama lain. Hampir tak ada lahan kosong yang cu­kup luas di sekitar pemukiman tersebut.


Namun, meski berada di pe­mukiman yang cukup padat, tak ada keramaian aktivitas warga. Suasana bahkan cenderung sepi. Yang tampak cukup ramai hanya pengendara mobil maupun mo­tor yang berlalu lalang di jalanan selebar sekitar tujuh meter di depan rumah tersebut.

Bagian depan rumah tersebut cukup asri. Ada beberapa jenis tanaman yang tumbuh rindang di halaman rumah itu. Meski sudah beberapa hari ditinggal sang pemilik, rumah tersebut masih tampak bersih dan terawat. Tak terlihat lantai kotor maupun daun-daun kering yang gugur di halaman.

Kemarin, rumah yang terdiri dari beberapa bagian tersebut sepi. Tak tampak aktivitas be­rarti. Pintu gerbang samping selebar sekitar 2,5 meter yang jadi salah satu akses menuju bagian dalam rumah, digembok dari luar. Namun, dari gerbang itu tampak sebuah mobil jenis mini bus terparkir.

Bangunan rumah tersebut terbilang cukup unik. Dinding-dinding rumah tidak diplester. Tiap dinding hanya terdiri dari bata dan langsung dicat ber­warna putih. Sementara daun pintu terbuat dari kayu dan di­cat coklat. Yang juga menarik, jendela diberi teralis di bagian luarnya.

Masuk ke bagian dalam, menurut penuturan warga sekitar, di bagian belakang terdapat aula terbuka. Tempat itu biasa digunakan sebagai tempat per­temuan. Selain itu, karya-karya Ratna juga banyak menghiasi dinding rumahnya. Tak cuma karya, kliping pemberitaan sepu­tar Ratna pada masa lalu juga tersusun rapi.

Achmad Badrul Fajri, Ketua RW setempat mengatakan, Ratna kerap membantu warga yang sedang dirundung masalah. Bantuan Ratna Sarumpaet yang tak bisa dilupakan Achmad, ada­lah pada tahun 2002 ketika banjir melanda lingkungan rumahnya.

Secara sukarela, Ratna berse­dia rumahnya dijadikan posko bantuan, untuk para tetangganya yang rumahnya terendam banjir. "Rumah Kak Ratna dijadikan posko waktu itu, sampai sem­inggu lebih lamanya," cerita Achmad.

Selama rumahnya dijadikan posko, Achmad menuturkan, Ratna pun memberikan maka­nan, sembako dan yang lain­nya. Bahkan, tak sedikit warga yang menginap di rumah Ratna, ketika rumahnya sedang teren­dam banjir. "Dia benar-benar baik. Nggak sombong meskipun publik figur. Tapi sayang, dia melakukan kesalahan yang men­coreng nama baiknya," sesal Achmad.

Achmad mengaku bingung begitu mendengar kabar ten­tang Ratna. Dia tak menyangka wanita tersebut bohong. "Itu dia. Ketika ada berita Ratna katanya bohong, saya bingung. Ada apa itu sebenarnya, kok mau dia bohong," ucapnya.

Awal mulanya, Achmad men­gaku mendengar kasus penga­niayaan Ratna Sarumpaet dari ketua RT setempat. Saat itu, dia mengatakan pada Ketua RT tak melihat Ratna dipukuli. Dia pun tak sempat melihat fotonya.

Lantas, Achmad mendapati informasi lain bahwa Ratna Sarumpaet berbohong soal kabar pengeroyokan. Achmad memilih tak memberi tanggapan, sebab dia tak ingin mudah percaya tanpa ada bukti. "Kemarin saya pergi sama teman saya, 'oh Kak Ratna bohong katanya. Katanya dipukuli, nggak taunya itu op­erasi plastik'. Saya nggak tang­gapi. Saya cuek saja," ucapnya.

Saat penggeledahan di rumah Ratna, sebagai Ketua RW, Ahmad pun menyaksikannya. Saat itu, dia baru memahami kasus yang men­jerat Ibunda artis Atiqah Hasiholan itu. "Pas malam itu, baru saya jelas," tandasnya.

Sering Berpartisipasi Acara Warga
  Beberapa warga yang ditemui menceritakan aktivitas pen­ghuni rumah tersebut sejak Ratna Sarumpaet ditahan. Salah satunya Arif.
Menurutnya, tak ada aktivi­tas mencolok sejak penahanan Ratna. Dia mengaku hanya sesekali melihat penghuni masuk maupun keluar rumah tanpa per­nah berkomunikasi.

Di sisi lain, warga yang ting­gal tepat di depan rumah Ratna itu pun mengaku tak mengenal sosok aktivis yang juga seniman tersebut. Itu lantaran hampir tak pernah bertemu dengan Ratna. "Saya nggak begitu tahu, karena saya jarang ada di rumah sehari-hari kerja," ucap Arif.

Beberapa warga lainnya mengenal sosok Ratna sebagai warga yang sering bersosialisasi. Amada, salah seorang tetangga Ratna mengatakan, wanita itu kerap terjun langsung pada kegiatan-kegiatan yang diada­kan bersama warga. "Bu Ratna adalah sosok yang baik. Jika ada acara-acara warga, dia sering berpartisipasi," ucap Amada.

Kendati demikian, Amada mengaku tak terlalu banyak tahu mengenai sosok Ratna. Lantaran dirinya tak pernah berbincang-bincang dengan Ratna. "Saya juga tak terlalu banyak tahu dia seperti apa. Dia paling ngobrol sama bapak saya, karena bapak saya RT. Paling kalau sama saya dia cuma nyapa doang," ujarnya.

Wahyuni, warga lainnya me­nyebut, Ratna sebagai sosok yang baik bagi warga sekitar. Dia pun berharap kasus yang menjerat Ratna dapat segera diselesaikan. "Orangnya baik. Semoga masalahnya bisa cepat selesai," doa Wahyuni. ***

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya