Berita

Dedi Iskandar Batubara/Net

Politik

DPD Nilai Pemerintah Kurang Memperhatikan Kesejahteraan Lansia

RABU, 10 OKTOBER 2018 | 04:45 WIB | LAPORAN:

Komite III DPD menilai pemerintah kurang memberikan perhatian kepada kesejahteraan lanjut usia (lansia).

Padahal harapan hidup lansia saat ini telah meningkat, namun hal tersebut berbanding terbalik dengan masalah kesehatan dan sosial yang belum memumpuni.

"Kesejahteran lansia kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah baik kesehatan maupun sosial. Permasalahan itu perlu menjadi perhatian bersama dengan meningkatnya harapan hidup lansia," kata Ketua Komite III DPD RI Dedi Iskandar Batubara saat RDPU membahas 'Permasalahan Kesejahteraan Lanjut Usia' di Gedung DPD RI, Jakarta, Selasa (9/10).


Dirinya menambahkan dalam sektor kesehatan, seharusnya para lansia tidak hanya mendapatkan pelayanan dalam mengatasi penyakit, tapi harus diberikan semangat hidup atau dukung moril.

"Tentunya dengan adanya dorongan moril akan membantu memberikan semangat bagi lansia," kata senator asal Sumatera Utara itu.

Dikesempatan yang sama, Anggota Komite III DPD RI Ahmad Sadeli Karim menilai saat ini pelajaran budi pekerti di sekolah sudah tidak ada lagi.  Hal itu mengakibatkan kurang perhatiannya kepada orang tua dan para lansia.

"Pelajaran budi pekerti merupakan  basic bagi generasi muda. Maka saat ini kebanyakan anak-anak sekarang tidak peduli dengan orang tua," papar dia.

Ahmad Sadeli juga meminta kepada pemerintah agar pelajaran budi pekerti bisa diterapkan kembali di sekolah-sekolah. Selain itu, keluarga juga menjadi faktor penting untuk bisa saling mengerti antara anak dan orang tua.

"Tentunya kita harus mengusulkan pemerintah agar pelajaran itu bisa diterapkan kembali," kata Ahmad.
 
Disisi lain, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Euis Sunarti menjelaskan kesejahteraan lansia merupakan keniscayaan, mengingat jumlah lansia di Indonesia semakin meningkat.

"Berdasarkan data proyeksi penduduk diperkirakan tahun 2017 terdapat 23,66 juta jiwa penduduk lansia," ujar Euis .

Menurutnya, diprediksi jumlah penduduk lansia tahun 2020 (27,08 juta), di tahun 2025 (33,69 juta), dan pada 2035 (48,19 juta). Dari tahun 2015, Indonesia sudah memasuki era penduduk menua karena jumlah penduduknya berusia 60 tahun ke atas melebihi 7 persen. 

"Komposisi penduduk tua bertambah dengan pesat disebabkan penurunan angka kelahiran, kematian, dan peningkatan angka harapan hidup," kata Euis.

Euis menambahkan, kesehatan menjadi permasalahan yang mendominasi penduduk lansia. Artinya hal itu menyebabkan menurunnya kemampuan fisik dan mental.
"Alhasil menyebabkan membutuhkan pelayanan kesehatan meningkat," paparnya.

Sementara itu, Pusat Kajian dan Layanan Lansia Tukino mengatakan penuaan penduduk menjadi isu yang dihadapi banyak negara tak terkecuali Indonesia. Namun seharusnya para lansia masih dapat berpatisipasi dan aktualisasi diri.
"Maka lansia tidak selalu dinilai dari segi ekonomi," ujar dia.

Ia menilai permasalahan yang mendominasi penduduk lansia di Indonesia, yaitu proporsi lansia semakin besar sehingga memerlukan perhatian dan perlakuan khusus dalam pelaksanaan pembangunan.

"Proses penuaan memiliki tiga aspek yaitu biologis, ekonomi, dan sosial. Tiga hal ini yang menjadi PR (pekerjaan rumah’ bersama," tutup Tukino. [nes]
 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya