Berita

Ilustrasi/Net

Politik

RUU Daerah Kepulauan Mendesak Segera Disahkan

SELASA, 09 OKTOBER 2018 | 23:45 WIB | LAPORAN:

Fraksi Partai Golkar ingin RUU Daerah Kepulauan segera disahkan. Alasannya, RUU tersebut diharapkan menjadi solusi untuk percepatan pelayanan dan pemerataan pembangunan di daerah kepulauan.

Anggota Fraksi Golkar DPR Melda Addriani menjelaskan kehadiran RUU Daerah Kepulauan diharapkan mampu membuat pelayanan di daerah kepulauan memenuhi standar pelayanan minimal.

"Juga menjadi terobosan percepatan pembangunan melalui pemerataan pelayanan publik, pengembangan ekonomi, dan perlindungan sosial bagi masyarakat di daerah kepulauan," kata Melda di Jakarta, Selasa (9/10).


Anggota Komisi II DPR ini menjelaskan, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Sumber daya alam di setiap kepulauan sangat besar. Sayangnya, sumber daya alam itu belum teroptimalkan dengan baik dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Hal ini lantaran belum ada Undang-Undang khusus yang mengatur masalah itu.

Menurut Melda, dengan kehadiran RUU Daerah Kepulauan, diharapkan dapat mengisi kekosongan peraturan perundangan tersebut.

"Dengan begitu, seluruh potensi kelautan Indonesia yang sudah diatur maupun yang belum diatur dalam undang-undang sektoral, dapat dimaksimalkan pemanfaatannya," jelas politisi asal Bangka Belitung ini.

Sejurus dengan Melda, Anggota Fraksi PKS Sukamta menyampaikan hal yang sama. Menurutnyta kehadiran RUU itu diperlukan agar ada perhatian lebih dari Pemerintah terhadap daerah-daerah kepulauan, terutama di pulau terluar.

"Perhatian terhadap dimensi pertahanan pulau-pulau terluar harus menjadi salah satu fokus Pemerintah. Sebab, hal ini berkaitan dengan kedaulatan bangsa," jelasnya.

Sukamta kemudian memberi contoh lepasnya Sipadan-Ligitan. Kata dia, lepasnya dua pulau tersebut lantaran pembangunannya tidak berjalan baik. Akhirnya, Mahkamah Internasional menyatakan kedua pulau itu menjadi milik Malaysia.

Saat ini, sambung Sukamta, ada masalah yang rumit di Pulau Sebatik. Di pulau itu, warga negara Indonesia dan Malaysia berbaur. Secara sosial, hal itu baik. Namun, dari sisi administrasi, ada kekacauan karena ketidakjelasan batas kedua negara.

"Misalkan, rumah bagian teras masuk wilayah Indonesia, tapi bagian dapur masuk wilayah Malaysia. Kemudian, warga beli barang pakai rupiah, kembalian bisa pakai ringgit. Sementara, pembangunan di wilayah Malaysia lebih maju sehingga banyak WNI di Sebatik yang lebih memilih bekerja di sana. Secara de facto, Malaysia juga yang lebih membangun wilayah tersebut," paparnya.

Makanya, Sukamta berharap RUU Daerah Kepulauan ini segera rampung. Selain akan mengurangi kesenjangan pembangunan antar-pulau, juga diharapkan tidak ada lagi wilayah Indonesia yang dicaplok negara tetangga. [nes]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya