Berita

TB Ace Hasan Syadzily/Net

Politik

Kas Pemerintah Dituding Kosong, Ace Hasan: Jangan Menduga-Duga!

SELASA, 09 OKTOBER 2018 | 13:29 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Janji pemerintah untuk memberikan jaminan kesejahteraan sebesar Rp 50 juta per keluarga bagi para pengungsi korban gempa dan tsunami Lombok, NTB hingga kini masih belum terlaksana.

Besar dugaannya, pemerintah belum merealisasikan janji itu karena kondisi keuangan negara yang belum stabil akibat adanya pelemahan nilai rupiah.

Menanggapi hal tersebut politisi Partai Golkar, TB Ace Hasan Syadzily meminta agar masyarakat jangan menduga-duga dan menuduh macam-macam.


"Saya kira gini jangan menduga-duga, yang terpenting adalah korban yang terkena dampak itu terpenuhi kebutuhannya, itu saja ya. Jangan juga kita memanas-manasi situasi," kata Ace di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (9/10).

Dia pun membantah jika kas pemerintah kosong saat ini. Terkait uang Rp 50 juta yang belum ditransfer, menurut Ace hal itu memang memiliki prosedur.

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah sebelumnya menuding pemerintah telah ingkar janji untuk memberikan jaminan itu dan lebih mengutamakan pertemuan IMF-WB di Bali.

"Kalau soal jaminan hidup, bantuan Rp 50 juta dan lainnya itu akan diberikan kalau mereka sudah kembali ke rumahnya masing-masing," tegas Ace.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR itu juga menyatakan saat ini pemerintah tengah membangun hunian sementara untuk pengungsi. Selanjutanya, Ace menegaskan bahwa saat ini tahapannya masih berada di transisi tanggap darurat ke rehabilitasi dan rekonstruksi.

"Sekarang ini belum ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, kalau sudah masuk tahap itu pasti komitmen pemerintah akan dipenuhi," tandas Ace. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya