Berita

Emrus Sihombing/Net

Politik

Dolar AS Terus Naik, Tim Ekonomi Harus Berani Mundur

SENIN, 08 OKTOBER 2018 | 20:05 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Nilai tukar mata uang rupiah masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat dan pada hari ini, Senin (8/10), dolar AS bertengger pada posisi Rp 15.185. Kinerja tim ekonomi termasuk para menteri-menteri ekonomi kembali disorot dalam meramu strategi mengatasi dampak lonjakan kurs ini.

Menurut pengajar komunikasi politik Emrus Sihombing, para menteri ekonomi pemerintahan Jokowi-JK perlu mengevaluasi diri meskipun diakui bahwa tekanan terhadap rupiah memang merupakan faktor eksternal.

“Harus ada tawaran permodelan ekonomi baru atau alternatif dari luar tim ekonomi yang ada sekarang. Sekaligus tim ekonomi termasuk para menteri harus legowo untuk mengevaluasi diri. Jika tidak mampu, sebaiknya berani mundur,” kata Emrus kepada wartawan, Senin (8/10).


Dirinya juga menekankan, saat ini ekonomi Indonesia kembali diuji ketangguhan daya liatnya yang pertaruhannya ialah kepentingan seluruh masyarakat dan bangsa. Untuk itu, tim ekonomi harus mendudukkan orientasi kepentingan nasional dan mengesampingkan ego.

“Singkirkan ‘pride’, kebanggaan semu dan ego pribadi serta kelompok. Jika ada permodelan dari kalangan luar seperti akademisi dan praktisi bisnis, yang lebih baik secara akademis dan teruji empiris, ya perlu diterima,” tandasnya.

Di sisi lain, Emrus menambahkan, presiden juga membuka diri pada penyikapan terhadap pergerakan mata uang dan evaluasi terhadap kebijakan yang diambil menteri-menterinya. Termasuk pula untuk melakukan reshuffle kabinet.

Lebih konkret, istana disarankan untuk mengundang pakar-pakar ekonomi dari perguruan tinggi serta praktisi bisnis dan pelaku investasi untuk memberi masukan dan meramu strategi kebijakan permodelan ekonomi.

“The Fed menaikkan suku bunga dan kurs naik memang keniscayaan dan negara lain juga terkena imbasnya. Tak bisa dihindari. Namun fokus kita adalah bagaimana menangkal, mengantisipasi dan meredam dampaknya bagi ekonomi kita,” pungkas Emrus. [ian]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya