Berita

Ratna Sarumpaet (tengah)/Net

Politik

Polisi Harus Hati-Hati, Kasus Ratna Sarumpaet Bisa Gerus Jokowi

MINGGU, 07 OKTOBER 2018 | 05:25 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Berbagai spekulasi dibalik kasus Ratna Sarumpaet terus bermunculan. Tidak sedikit yang mengkaitkannya dengan kontestasi politik Pemilu 2019.

"Polri harus berhati-hati dalam bertindak. Karena kasus ini bisa berimplikasi kuat terhadap politik Pemilu 2019," kata Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) Sya'roni kepada Kantor Berita Politik RMOL, tadi malam (Sabtu, 6/10).

Kasus Ratna Sarumpaet mengejutkan di saat memasuki masa kampanye Pemilu 2019. Polri telah menetapkan Ratna sebagai tersangka dan menahannya.


Menurut Polri, setidaknya ada 4 laporan yang menghendaki pengusutan kasus ini. Selain Ratna ada 16 tokoh yang juga turut dilaporkan, termasuk capres Prabowo Subianto dan cawapres Sandiaga Salahuddin Uno.

Sya'roni mengingatkan apa yang terjadi jelang Pilgub Jakarta 2017. Gara-gara kasus Ahok, sampai akhirnya muncul aksi 411, 212 dan gaduh politik yang berkepanjangan.
"Jangan sampai kasus Ratna Sarumpaet menimbulkan implikasi politik sebagaimana yang terjadi dalam kasus Ahok. Jangan sampai Indonesia dilanda gaduh politik sebagaimana yang terjadi dalam Pilkada Jakarta," katanya.

Kegaduhan kasus Ratna Sarumpaet, kata Sya'roni, secara politik merugikan petahan Jokowi. Sebab publik akan terus menduga-duga aktor intelektual di baliknya adalah kekuasaan.

"Sementara di pihak Prabowo sudah menyatakan meminta maaf telah menjadi korban kebohongan Ratna Sarumpaet. Maka mau tidak mau pendulum pertanyaan publik akan mengarah kepada pihak Jokowi," tukasnya.[dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya