Berita

Ilustrasi/AFP

Dunia

Hari Terakhir Kampanye, Capres Brasil Berlomba Cari Dukungan

SABTU, 06 OKTOBER 2018 | 14:27 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Calon presiden yang bersaing dalam pemilu Brasil memaksimalkan kampanye di hari terakhir jadwal kampanye pada hari ini (Sabtu, 6/10).

Calon presiden yang baru-baru ini dianggap unggul adalah Jair Bolsonaro berusia 55 tahun. Popularitasnya melonjak karena kemarahan yang meluas atas kejahatan yang meningkat, ekonomi yang melayang dan prospek Partai Pekerja kiri yang kembali berkuasa.

Saingan terdekatnya adalah Fernando Haddad dari Partai Pekerja. Pemimpin partai tersebut diketahui dipenjara karena menerima suap.


Jajak pendapat akhir pada hari ini akan menunjukkan apakah Bolsonaro memiliki dukungan yang cukup untuk memenangkan pemilihan pada hari Minggu besok (7/10). Jika tidak ada kandidat yang mendapat suara mayoritas, pemungutan suara akan dilanjutkan pada putaran kedua antara dau calon teratas pada 28 Oktober mendatang.

Dikabarkan Channel News Asia, Bolsonaro, yang baru pulih dari penusukan hampir fatal di sebuah tengah kampanye satu bulan lalu, menghimbau kepada warga Brasil untuk memilih dia.

Dalam uanggahan di akun Facebook-nya, dia meminta mayarakat Brasil memberinya mayoritas suara untuk menghindari pemungutan suara kedua.

Sementara calon lainnya, Haddad, popularitasnya bergantung pada popularitas mentornya, mantan presiden Luiz Inacio Lula da Silva, yang dilarang ikut pilpres karena dipenjara atas kasus korupsi.

Haddad akan berkampanye pada hari Sabtu di negara bagian Bahia di timur laut Brasil di mana Lula masih menjadi pahlawan karena pemerintahannya banyak membantu mengurangi kemiskinan.

Dalam jajak pendapat terakhir pekan ini yang dilakukan oleh Datafolha, sekitar 26 persen pemilih mengatakan mereka belum memutuskan siapa yang akan dipilih.

"Kami akan menerima hasil apa pun itu, seharusnya tidak ada keraguan tentang itu," kata Bolsonaro.

Bolsonaro, yang didukung oleh sekelompok jenderal pensiunan, mengatakan pekan lalu ia hanya akan menerima kemenangan.

Dalam kampanyenya, dia berjanji akan mempercepat privatisasi perusahaan negara untuk mengurangi defisit anggaran Brasil dan melonggarkan kontrol lingkungan untuk pertanian dan pertambangan. Dia juga berjanji akan menghalangi upaya untuk melegalkan aborsi, obat-obatan dan pernikahan gay.

Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Jumat oleh surat kabar Estado de Sao Paulo, salah satu penasihat ekonomi utama kandidat mengatakan Bolsonaro akan mendorong maju dengan memprivatisasi perusahaan listrik negara Centrais Eletricas Brasileiras SA, atau Eletrobras. [mel]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya