Berita

Dunia

Beli Senjata Dari Rusia, India Dibayangi Ancaman Sanksi AS

SABTU, 06 OKTOBER 2018 | 12:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

India dibayangi ancaman sanksi Amerika Serikat menyusul kesepakatan senjata kontroversial senilai 5 miliar dolar AS dengan Rusia pekan ini.

Perdana Menteri India Narendra Modi menyelesaikan kesepakatan itu dengan Presiden Vladimir Putin dalam kunjungan Putin ke New Delhi pada Jumat (5/10.

Termasuk dalam perjanjian itu, India berkomitmen untuk membeli sistem pertahanan rudal S-400 berteknologi tinggi.


Kesepakatan itu berpotensi membawa India menghadapi ancaman sanksi Amerika Serikat di bawah undang-undang yang dikenal sebagai Melawan Adversaris Amerika Melalui Sanksi Act (CAATSA).

Undang-undang, yang ditandatangani oleh Presiden Donald Trump Agustus lalu, dirancang untuk menghukum Moskow karena kegiatan-kegiatannya yang memfitnah.

Bulan lalu, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap China atas pembelian peralatan militer Rusia, termasuk S-400, di bawah undang-undang CAATSA.

Pembelian sistem senjata Rusia oleh India secara efektif memaksa pemerintahan Donald Trump untuk memilih antara menghukum Delhi  atau memberikan negara itu sebuah pengecualian.

Setelah selesainya kesepakatan Jumat, kedutaan Amerika Serikay di Delhi mengatakan kepada CNN bahwa undang-undang CAATSA tidak dimaksudkan untuk memaksakan kerusakan pada kemampuan militer sekutu atau mitra Amerika Serikat. [mel]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

UPDATE

Serangan terhadap Konvoi Pasukan UNIFIL di Lebanon Tewaskan Dua Personel

Selasa, 31 Maret 2026 | 01:53

Mantan Dirjen PHU Hilman Latief Diduga Terima Duit Ribuan Dolar AS

Selasa, 31 Maret 2026 | 01:36

Sejumlah Kades di Lebak Ngadu ke DPR Minta Segera Wujudkan DOB

Selasa, 31 Maret 2026 | 01:10

Maktour Raup Rp27,8 Miliar dari Permainan Kuota Haji

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:55

Pengorbanan TNI Bukti Nyata Komitmen Indonesia Jaga Perdamaian Dunia

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:41

Mantan Anak Buah Yaqut Diduga Terima 436 Ribu Dolar AS

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:14

Serangan Israel ke Pasukan UNIFIL Pelanggaran Serius Resolusi DK PBB

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:01

Tim Garuda Gigit Jari Usai Ditekuk Bulgaria 0-1

Senin, 30 Maret 2026 | 23:33

Kader PDIP Siap Gotong Royong Bantu Keluarga Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Senin, 30 Maret 2026 | 23:17

DKI Siap Hadirkan Zebra Cross Standar di Jalan Soepomo Tebet

Senin, 30 Maret 2026 | 22:47

Selengkapnya