Berita

Grace Natalie/Net

Politik

Ketum PSI: Ngeri Saya Bayangkan Konflik Horizontal Karena Kabar Ratna Dianiaya

JUMAT, 05 OKTOBER 2018 | 15:24 WIB | LAPORAN:

Kebohongan aktivis senior, Ratna Sarumpaet (RS) tentang cerita penganiayaan yang dialaminya dinilai bisa menimbulkan konflik horizontal di tengah masyarakat.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie mengimbau semua pihak untuk mengambil hikmah dari kasus RS dengan mengedepankan kejujuran dalam berpolitik di Indonesia. Jika tidak, kehancuran akan menimpa orang tersebut atau bahkan memecah-belah bangsa.

"Kita yang bergerak dalam dunia politik harus tegas menegakkan kejujuran. Kasus Bu Ratna Sarumpaet mengajarkan kita bahwa kebohongan walau mungkin dipercaya untuk sesaat, tapi pada akhirnya hanya akan menghancurkan dan memecah belah," katanya melalui rilis yang diterima, Jumat (5/10).


Lebih lanjut Grace menyatakan prihatin dengan kebohongan yang disampaikan Ratna. Namun ia juga menyayangkan sikap terburu-buru kubu Prabowo Subianto yang memanfaatkan kisah tersebut untuk menyerang kubu Jokowi.

"Dalam dunia yang penuh hoax saat ini, prinsip cek dan ricek mutlak diperlukan. Keterburu-buruan yang dilandasi sikap emosional berlebihan justru merugikan semua pihak," kata Grace yang pernah menjadi jurnalis di media televisi ini.

Dia pun mengaku sangat bersyukur kebohongan RS cepat terbongkar. Sebab jika tidak, bisa saja ada rakyat yang tersulut kemarahannya karena mendengar Ratna dianiaya secara sadis.

"Tidakkah itu akan menimbulkan kemarahan dan bahkan pembalasan berbentuk serangan fisik? Ngeri saya membayangkan berlangsungnya konflik horizontal dalam masyarakat yang saat ini memang sensitif secara politik,” imbuhnya.

Makanya, tak lupa Grace juga mengimbau semua pelaku politik untuk senantiasa mengedepankan kepentingan bangsa dalam suasana menjelang Pileg dan Pilpres 2019. Sebab perilaku politisi menurutnya tentu akan menjadi sorotan dan rujukan bagi masyarakat luas.

"Mari bersama menjadikan proses Pemilu untuk kepentingan masyarakat luas, bukan untuk kepentingan politik sempir yang menghalalkan segala cara," pungkas Grace.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya