Berita

Buya Syafi'i dan peserta KBFP VIII/Net

Politik

Buya Syafi’i: Pemimpin Muda Harus Paham Sejarah Indonesia

JUMAT, 05 OKTOBER 2018 | 14:28 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Calon pemimpin muda harus memiliki pemahaman tentang sejarah Indonesia. Sebab, dengan mempelajari sejarah akan banyak nilai-nilai positif didapatkan.

Begitu kata mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafi’i Ma’arif saat memberi wejangan pada calon anggota legislatif (caleg) muda yang ikut dalam program Kader Bangsa Fellowship Program (KBFP) VIII.

“Memahami sejarah Indonesia dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air yang dalam, sehingga dapat bergerak seirama,” ujarnya, sebagaimana keterangan tertulis yang diterima Jumat (5/10).


Anggota Dewan Etik Hakim Konstitusi itu meminta kepada caleg muda untuk bisa terus mengembangkan wawasan kebangsaan dalam diri, sehingga bisa menjadi seorang negarawan.

Hanya dengan begitu, Indonesia bisa terhindar dari perilaku tidak bermoral dari para politisi, seperti praktik berbuat korup. Sebab, seorang yang berwawasan tinggi tidak akan berani berbuat korup saat masih ada masyarakat yang bernasib belum beruntung.

“Masalah ini harus bisa diatasi lewat hadirnya sosok negarawan. Maka dari itu, jadilah pemimpin yang berkarakter dengan mengembangkan profesi menjadi negarawan,” tukas Buya.

Di hadapan 40 calon legislatif (caleg) muda dari berbagai partai yang berbeda, Buya menuturkan bangsa Indonesia bisa bertahan hingga ribuan tahun, jika dari kader partai politik muncul negarawan dalam semua tingkatan, baik tingkat desa maupun nasional.

Menurutnya, ada perbedaan mendasar antara politikus dan negarawan.

“Seringkali banyak politikus kita yang berfikir politik sebagai mata pencaharian, sehingga mengikuti kebutuhan jangka pendek dan pragmatis. Sedangkan negarawan adalah sosok yang memikirkan bangsa dan negara untuk ribuan tahun mendatang,” tegas Buya. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya