Berita

Dutabesar Venezuela Gladys Urbaneja Duran/RMOL

Dunia

Bukan Baru Kali Ini Venezuela Membantu Indonesia

JUMAT, 05 OKTOBER 2018 | 08:13 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Republik Boloivarian Venezuela negara sahabat Indonesia. Di tengah  kondisi ekonomi yang dikabarkan sedang tidak begitu menggembirakan, Venezuela masih berusaha mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban Indonesia dalam menanggulangi bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah.

Presiden Nikolas Maduro baru-baru ini menyetujui penggunaan dana solidaritas sebesar 10 juta dollar AS untuk penanggulangan bencana itu.

Hal ini disampaikan Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriques, melalui twit di akun Twitter miliknya, dua hari lalu (Rabu, 3/10).


Bukan baru kali ini Venezuela membantu Indonesia ketika sedang menghadapi bencana.

Ketika tsunami menerjang Aceh dan Sumatera Utara bulan Desember 2004 silam, Presiden Hugo Chavez ketika itu juga segera mengulurkan tangan dengan memberikan bantuan sebesar 2 juta dolar AS.

“Bagi kami Indonesia adalah negara sahabat. Kami merasakan duka yang dialami oleh rakyat Indonesia di daerah terkena bencana,” ujar Dutabesar Republik Bolivarian Venezuela Gladys Urbaneja Duran kepada redaksi beberapa saat lalu, Jumat pagi (5/10).

Venezuela sendiri di bulan Agustus lalu juga mengalami gempa bumi dengan kekuatan 7,3 SR yang getarannya terasa hingga ibukota Caracas. Disebutkan bahwa itu adalah gempa dengan kekuatan terbesar di negara itu sejak 1900.

Solidaritas Venezuela tidak hanya ditujukan kepada negara sahabat.

Ke negara yang sering memusuhi mereka pun Venezuela tidak sungkan mengulurkan tangan.

Misalnya, sejak tahun 2005, Venezuela mengirim berjuta-juta galon minyak untuk warga miskin Amerika Serikat saat musim dingin.

Venezuela juga turun tangan ketika New Orleans dihantam badai Katrina. Chavez juga mengirim ribuan tentara, pemadam kebakaran, dan sukarelawan ke lokasi bencana ketika itu.

Begitu juga ketika di tahun 2017 badai Harvey menghantam Amerika Serikat, Venezuela pun mengirim bantuan sebesar 5 juta dolar AS. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya