Berita

Trump/Net

Global

AS Cabut Visa Diplomatik Bagi Pendamping Sesama Jenis

RABU, 03 OKTOBER 2018 | 06:16 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat telah mengakhiri kebijakan pemberian visa pada mitra sesama jenis diplomat asing dan karyawan PBB.

Keputusan ini mulai berlaku sejak Senin pekan ini. Keputusan yang sama menyatakan bahwa mitra sesama jenis yang saat ini mendapatkan visa diplomatik harus angkat kaki dari Amerika Serikat selambat-lambatnya hingga 31 Desember mendatang, atau menikah atau mengubah visa mereka.

Ini adalah pembalikan aturan yang mulai diperkenalkan tahun 2009 lalu.


Untuk diketahui bahwa saat ini, 25 negara telah mengakui pernikahan sesama jenis. Homoseksualitas tetap ilegal di 71 negara.

Namun pembaruan kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump ini telah diputuskan dan diedarkan dalam memo Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Mulai 1 Oktober 2018, mitra domestik sesama jenis yang mendampingi atau ingin bergabung dengan pejabat PBB yang baru tiba harus memberikan bukti pernikahan agar memenuhi syarat untuk visa G-4 atau untuk mencari perubahan status tersebut," begitu bunyi memo tersebut seperti dimuat BBC.

Visa G-4 sendiri diketahui diberikan kepada karyawan organisasi internasional dan keluarga dekat mereka.

Menurut Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, hanya hubungan yang secara hukum dianggap sebagai perkawinan di yurisdiksi di mana itu terjadi menetapkan kelayakan sebagai pasangan untuk tujuan imigrasi. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya