Berita

Global

PBB Undang Maroko, Aljazair Dan Polisario, Bahas Sahara Barat Di Jenewa

SELASA, 02 OKTOBER 2018 | 08:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

PBB mengundang Maroko, Aljazair, Mauritania dan Front Polisario untuk menggelar pembicaraan du Jenewa mengenai konflik di wilayah Sahara Barat pekan depan.

Utusan Khusus PBB untuk Sahara Barat, Horst Kohler, memastikan telah mengundang menteri luar negeri Maroko, Aljazair dan Mauritania serta sekretaris jenderal Front Polisario untuk pertemuan di Jenewa.

Sebelumnya, Maroko bersikeras bahwa Aljazair harus dibawa ke meja perundingan dengan tuduhan mendukung Polisario secara militer dan finansial. Aljazair membantah tuduhan itu.


"Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk mengambil stok perkembangan sejak putaran terakhir negosiasi, membahas masalah-masalah regional, dan mendiskusikan langkah-langkah selanjutnya dalam proses politik di Sahara Barat," kata juru bicara PBB seperti dimuat Reuters.

Pembicaraan itu dilakukan setelah kunjungan kedua Kohler ke wilayah itu pada bulan Juni dan setelah pengarahannya ke Dewan Keamanan pada tanggal 8 Agustus, di mana ia mengumumkan niatnya mengatur pertemuan sebelum akhir tahun.

Wilayah Sahara Barat sendiri disengketakan oleh Maroko dan Front Polisario yang didukung Aljazair.

Maroko telah menawarkan otonomi ke Sahara Barat, namun Polisario dan sekutunya Aljazair menolak ini dan mengatakan mereka menginginkan referendum, dengan kemerdekaan bagi Sahara Barat sebagai salah satu opsi. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya