Berita

Susilo Bambang Yudhoyono/Repro

Nusantara

SBY: Hentikan Kampanye Di Lokasi Bencana

MINGGU, 30 SEPTEMBER 2018 | 21:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kunjungan Presiden Joko Widodo ke lokasi bencana di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, dinilai tepat. Dengan mengunjungi lokasi bencana, pemerintah diharapkan dapat mengambil berbagai kebijakan yang diperlukan dengan cepat.  

Hal itu disampaikan mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam video berdurasi 3 menit 19 detik yang dishare mantan Staf Khusus Presiden Bidang Bencana dan Bantuan Sosial, Andi Arief, Minggu malam (30/9).

“Dengan datang langsung ke daerah bencana, beliau akan bisa melihat situasi, mengambil keputusan, dan kemudian nanti operasi tanggap darurat akan berjalan dengan cepat tapi juga efektif,” ujar SBY.


Dalam video itu, SBY berdiri di depan sebuah peta Indonesia berukuran besar, dengan bendera Yudhoyono Istitute di sebelah kanannya.

SBY juga menyarankan agar kegiatan kampanye dalam rangka pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden setidaknya di wilayah yang terkena bencana dihentikan sementara waktu.,

“Saya kira saatnya kita menunjukkan solidaritas untuk saudara-saudara kita yang mengalami musibah dan sekaligus untuk membantu pemerintah untuk mengatasi bencana ini,” kata SBY lagi.

Tidak lupa SBY mencontohkan peristiwa bencana Situ Gintung di Tangerang Selatan, Banten, tahun 2009 lalu. Ketika itu, dirinya dan Jusuf Kalla yang sedang bertarung di Pilpres 2009 sepakat untuk menghentikan kampanye dan berkunjung ke lokasi bencana.

Hal yang kurang lebih sama juga terjadi saat bencana gempa dan tsunami di Aceh tahun 2004.

“Hari kedua saya sampai di Lhokseumawe, Pak Jusuf Kalla di Banda Aceh. Saya serukan untuk melakukan semacam gencatan senjata,” demikian SBY. [dem]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Ambang Batas Parlemen Moderat Cukup 2,5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 20:04

Eks Kepala PPATK: Demutualisasi BEI Kebutuhan Mendesak, Faktor Pertemanan Permudah Penyimpangan

Senin, 02 Februari 2026 | 19:50

Ribuan Warga Kawanua Rayakan Natal dan Tahun Baru dengan Nuansa Budaya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Catat! Ini 9 Sasaran Operasi Keselamatan Jaya 2026 dan Besaran Dendanya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Prabowo Terima Dirut Garuda dan Petinggi Embraer di Istana, Bahas Apa?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:41

Menkeu Purbaya Singgung Saham Gorengan Saat IHSG Anjlok, Apa Itu?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:29

Alur Setoran Kades dan Camat ke Sudewo Ditelisik KPK

Senin, 02 Februari 2026 | 19:23

Horor Sejarah Era Jim Crow

Senin, 02 Februari 2026 | 19:14

10 Surat Tanah yang Tidak Berlaku Lagi mulai Februari 2026

Senin, 02 Februari 2026 | 19:12

5 Takjil Khas Daerah Indonesia Paling Legendaris

Senin, 02 Februari 2026 | 18:53

Selengkapnya