Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

Rizal Ramli: Cara Pemerintah Atasi Krisis Akan Sia-Sia

MINGGU, 30 SEPTEMBER 2018 | 03:45 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Penguatan ekonomi Amerika Serikat (AS) dan ketegangan pedagangan global yang meningkat membuat negara-negara berkembang terkena imbas. Ini lantaran para investor mengalihkan uang mereka ke AS.

Langkah bank sentral AS yang tetap ingin menormalkan kebijakan moneter dengan menaikan suku bunga acuan sebanya dua kali lagi sebelum tutup tahun, membuat kondisi keuangan beberapa negara keteteran.

Negara-negara di Asia menjadi yang paling terpukul akibat aksi jual aset pasar negara berkembang. Nilai mata uang negara-negara Asia tak berdaya melawan dolar AS. Kondisi ini memicu kekhawatiran Asia akan kembali menghadapi krisis keuangan seperti tahun 1997 hingga 1998.


India dan Indonesia menjadi negara Asia yang terkena dampak tersebut. Rupiah Indonesia bahkan merosot 9,2 persen di tahun ini dan mecapai level terendah sejak 1998.

Kondisi ini sedikit lebih baik ketimbang India yang mengalami pelemahan rupee hingga 12 persen terhadap dolar AS di tahun ini.

Saat ini, bank sentral negara-negara Asia Tenggara telah secara agresif melakukan intervensi di pasar valas untuk mempertahankan nilai rupiah. Bahkan, bank telah menghabiskan hampir 10 persen dari cadangan devisanya tahun ini untuk meningkatkan mata uang.

Cadangan Indonesia turun menjadi sekitar 117,9 miliar dolar AS pada bulan Agustus, atau terendah sejak Januari 2017. Namun demikian, cadangan masih cukup untuk membiayai lebih dari enam bulan impor dan membayar utang luar negeri pemerintah.

Pun demikian, situasi tersebut telah menandakan bahwa posisi keuangan Indonesia rentan.

Senada dengan itu, ekonom senior Dr. Rizal Ramli juga menyebut bahwa ada kelemahan struktural dalam perekonomian Indonesia, mulai dari defisit transaksi anggaran yang besar dan utang luar negeri yang tinggi.

"Perekonomian Indonesia menghadapi beberapa kelemahan struktural," kata Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu, seperti dikutip dari Deutche Welle, Minggu(30/9).

Menurut pria yang akrab disapa RR itu, jika bank sentral terus menaikkan suku bunga tanpa dukungan dari pemerintah dalam memperkenalkan langkah-langkah reformasi struktural, maka itu tidak akan berguna dalam menyelesaikan masalah.

Menurutnya, cara seperti ini justru akan mengarah pada masalah lain, yaitu peningkatan kredit macet.

“Termasuk masalah kredit di lembaga keuangan," sambungnya. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya