Berita

Facebook/Net

Global

Facebook: 50 Juta Akun Diserang

SABTU, 29 SEPTEMBER 2018 | 07:56 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Raksasa sosial media Facebook dalam sebuah pernyataan menjeaskan bahwa hampir 50 juta penggunanya diserang dan lolos celah keamanan.

Pihak perusahaan itu mengatakan penyerang dapat mengeksploitasi kerentanan dalam fitur yang dikenal sebagai "View As" untuk mengendalikan akun orang.

Pelanggaran itu ditemukan awal pekan ini. Pihak Facebook pun telah melaporkan hal ini kepada pihak berwenang.


Wakil Presiden Facebook Guy Rosen mengatakan dalam pernyataan bahwa masalah tersebut telah ditangani. Semua akun yang terpengaruh telah disetel ulang, serta 40 juta akun launnya telah diberi proteksi lebih sebagai langkah pencegahan.

Facebook sendiri saat ini diketahui memiliki lebih dari dua miliar pengguna aktif bulanan.

Perusahaan telah mengkonfirmasi bahwa pelanggaran itu akan memungkinkan peretas untuk masuk ke akun lain yang menggunakan sistem Facebook, yang jumlahnya banyak. Hal ini berarti, situs utama lainnya, seperti AirBnB dan Tinder, mungkin juga terpengaruh.

Dimuat BBC, pihak Facebook telah melaporkan masalah ini kepada regulator data Irlandia, di mana anak perusahaan Facebook di Eropa berbasis.

Sebagai langkah lanjutan, pihak Facebook mengatakan pengguna diminta untuk log-in ulang tanpa perlu mengubah kata sandi mereka.

Karena kami baru saja memulai penyelidikan, kami belum menentukan apakah akun ini disalahgunakan atau informasi apa pun diakses. Kami juga tidak tahu siapa di balik serangan ini atau di mana mereka berada," sambungnya.

"Privasi dan keamanan orang luar biasa penting, dan kami menyesal ini terjadi," tambah Rosen.

Perusahaan telah mengkonfirmasi bahwa pendiri Facebook Mark Zuckerberg dan chief operating officernya Sheryl Sandberg termasuk di antara 50 juta akun yang terpengaruh. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya