Berita

Menlu Retno/Kemenlu

Dunia

Perlindungan Pekerja Migran Juga Jadi Isu Pembangunan

SABTU, 29 SEPTEMBER 2018 | 00:37 WIB | LAPORAN:

Upaya perlindungan pekerja migran menjadi salah satu isu yang dibahas dalam pertemuan High-Level Side Event Road to Marrakech di Sidang Majelis Umum PBB ke-73 di New York.

"Perlindungan pekerja migran bukan hanya isu kemanusiaan tapi juga isu pembangunan," ungkap Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melalui keterangannya, Sabtu (29/9).

Dia menjelaskan, arus migrasi global membuat tantangan baru bagi dunia internasional sehingga isu migrasi diangkat dalam pertemuan tersebut. Retno menuturkan, arus migrasi adalah fenomena yang tidak terhindarkan. Namun hal itu dapat diatasi, tergantung bagaimana negara-negara bekerja efektif sehingga dapat menjadi proses yang positif.


Pekerja migran dapat menjadi salah satu medium untuk pemerataan kesejahteraaan dan pencapaian 2030 untuk pembangunan berkelanjutan, seperti halnya tingkat arus pekerja imigran nampak dari jumlah pengiriman uang atau remittances.

"Pengiriman remittances dari pekerja migran dunia dapat mencapai USD 466 miliar per tahunnya," jelas Retno.

Lanjutnya, ada tiga hal yang harus diperhatikan sebagai tindakan konsisten, konkret dan bersama. Pertama, membentuk sinergi dan kepercayaan antar negara asal, transit dan tujuan migrasi. Kedua, membentuk perjanjian bilateral antar negara yang terlibat untuk perlindungan dan kesejahteraan serta adaptasi budaya. Ketiga, menguatkan mekanisme regional dan internasional melalui penguatan peningkatan kapasitas untuk menciptakan migrasi yang aman, teratur dan regular.

"Hal ini agar road to Marrakesh juga menjadi road to hope," katanya.

Untuk diketahui, High-Level Side Event Road to Marrakech menjadi bagian dari proses untuk negosiasi Global Compact for Safe, Orderly and Regular Migration (GCM) yang direncanakan akan disahkan dalam pertemuan tingkat tinggi di Marrakesh, Maroko. Selain itu, GCM akan menjadi pedoman untuk perlindungan dan pengembangan hak-hak migran, khususnya pekerja migran.

High-Level Side Event Road to Marrakech dihadiri sejumlah tokoh dunia seperti perdana menteri Maroko, menteri imigrasi Kanada, dan menteri luar negeri Brasil. [wah]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya