Berita

Sofyan Basir/Net

Hukum

Sofyan Basir Sebaiknya Dinonaktifkan Sebagai Dirut PLN

JUMAT, 28 SEPTEMBER 2018 | 15:04 WIB | LAPORAN:

Situasi hukum yang menyeret Direktur Utama PLN Sofyan Basir berpengaruh tidak baik pada kinerja perusahaan setrum pelat merah itu.

"Solusi yang tepat sembari menunggu langkah KPK terkait statusnya, menurut kami ada baiknya Presiden segera menonaktifkan Sofyan Basir," kata Ketua Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW) kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (28/9).

Sofyan Basir lima kali dipanggil penyidik KPK untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus suap proyek PLTU Riau-1. Dari lima surat panggilan, dua di antaranya Sofyan mangkir. Nama Sofyan mencuat dalam kasus tersebut saat penyidik KPK melakukan penggeledahan di rumah dan kantornya. Dalam penggeledahan itu sejumlah catatan, dokumen dan CCTV di rumah dan kantor Sofyan disita.


"Jika Presiden menonaktifkan Sofyan Basir, kami yakin penilaian publik tidak akan seperti yang terlihat saat ini: PLN koruptif, PLN bancakan, dan sejenisnya," kata mantan anggota Komisi III DPR RI itu.

Dia menambahkan penonaktifan Sofyan Basir pilihan ideal. Kinerja dan penilaian publik terhadap PLN akan pulih. Sekaligus juga memberi dukungan riil bagi penyidikan KPK dalam menyeret para pihak yang terlibat proyek PLTU Riau-1.

Dalam kasus ini KPK telah menetapkan tiga tersangka yaitu politisi Golkar Idrus Marham, Wakil Ketua Komisi VIII Eni Saragih, dan pengusaha Johannes Kotjo. Eni dan Idrus disangka menerima hadiah atau janji dari Kotjo terkait dengan proyek PLTU Riau-1.

Informasi beredar proyek PLTU Riau 1 bisa jalan karena 'mengorbankan' PLTU Sumatera Selatan (Sumsel) 6 yang sebenarnya sudah terbentuk konsorsium bahkan sudah diteken perjanjian inti (Heads of Agreement/HoA) namun tiba-tiba dibatalkan. Perubahan ini disinyalir kuat karena ada peran petinggi PLN sebagai pelaksana regulasi dan kuasa pengguna anggaran proyek.

Proyek PLTU Riau 1 akan digarap oleh konsorsium yang terdiri atas Blackgold, PT Pembangkitan Jawa-Bali, PT PLN Batubara (PLN BB) dan China Huadian Engineering Co Ltd (CHEC). Konsorsium akan mengembangkan, membangun, mengoperasikan dan memelihara tambang batubara mulut berukuran 2 x 300 MW PLTU Riau 1.

Berdasarkan LoI, konsorsium akan memasukkan PPA definitif dengan PLN setelah dipenuhinya syarat dan ketentuan tertentu. Setelah diterimanya LoI, konsorsium akan membentuk perusahaan patungan untuk menyelesaikan perjanjian offtaker tetap jangka panjang dengan anak usaha Blackgold, PT Samantaka Batubara, untuk memasok batubara ke PLTU Riau 1.

Untuk memuluskan masuknya perusahaan Blackgold Natural Resources terjadi kongkalikong dan penyuapan yang saat ini disidik KPK.

"Semua berpulang ke Presiden apakah mau PLN baik atau tidak. Mau menonaktifkan (Sofyan Basir) atau tidak, itu kewenangannya," tukas Junisab. [lov]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Ini Lima Kebutuhan Dasar yang Jadi Tantangan Jakarta Versi Fahira Idris

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:21

Dari Modal Rp300 Ribu, IDEacraft Tembus Pasar Jateng Berkat Pemberdayaan BRI

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:09

Islam, Sosialisme, dan Keindonesiaan: Jalan Perjuangan Kader SEMMI

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:05

Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Masih Bisa Dilawan

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:41

Harga Pertamax Cs Diprediksi Turun pada Juli 2026

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:10

Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Sambut HUT ke-499

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:04

Belanda Buka Asa Lolos 32 Besar Usai Gulung Swedia 5-1

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:28

Kemendikdasmen Ditagih soal Putusan MK terkait Sekolah Swasta Gratis

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:06

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Untungkan Kubu Jokowi secara Opini

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:01

Aliansi BEM Persatuan Indonesia Dukung MBG, Ini Syaratnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 01:34

Selengkapnya