Berita

Wiranto/Net

Wawancara

WAWANCARA

Wiranto: Mari Ciptakan Pemilu Aman, Hindari Money Politics, Politik Identitas & Ujaran Kebencian

JUMAT, 28 SEPTEMBER 2018 | 08:47 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Beberapa hari lalu Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menggelar rapat koordi­nasi terkait pengamanan tahapan Pemilu 2019, di Kompleks Mabes Polri, Jakarta. Wiranto mengatakan, Pemilu 2019 me­mang lebih rumit, kompleks, dan massal dibandingkan dengan pemilu yang lalu, mengingat pemilu kali ini dilaksanakan serentak. Namun, dia meyakini Pemilu 2019 akan berjalan aman dan lancar jika ada komunikasi dan koordinasi yang baik dari pusat hingga ke tingkat pal­ing bawah. Berikut penuturan Wiranto selengkapnya sete­lah rapat koordinasi di Mabes Polri:

Apa saja yang dibahas da­lam rapat koordinasi Anda baru-baru ini?
Jadi kita berkumpul di Mabes Polri dalam rangka melaksana­kan rakor tingkat pusat dan tingkat daerah lewat vidcom. Artinya apa, kita mencoba untuk terus melakukan komunikasi. Tidak hanya pemangku kepentingan tingkat pusat, apakah dari aparat keamanan ataupun penye­lenggara pemilu dan pemerintah. Semuanya ingin, kita secara tuntas ya melakukan satu perbin­cangan dalam rangka perenca­naan pemilu presiden maupun pemilu legislatif di 2019 itu dapat terselengara dengan aman, sukses, dan bermartabat.

Untuk pengamanan Pemilu 2019, persiapan sudah sejauh mana?

Untuk pengamanan Pemilu 2019, persiapan sudah sejauh mana?
Pemilu 2019 memang lebih rumit ya, lebih kompleks dan lebih massal dibandingkan den­gan pemilu yang lalu. Karena memang secara serentak akan dilaksanakan pemilihan anggota legislatif dan presiden maupun wapres, legislatif tingkat pusat dan daerah. Paling tidak ada lima pilihan yang harus dipilih oleh masyarakat kita. Termasuk DPD pastinya. Juga kalau kita melihat, kontestan yang terlibat kecuali dua paslon itu juga me­libatkan para parpol.

Parpol tentu berkontestasi untuk supaya tetap eksis sebagai parpol. Dengan batas tre­shold yang empat persen itu. Kalau enggak lewat itu ya dia tersingkir dari perpolitikan na­sional. Jadi parpol sendiri juga melaksanakan kontestasi. Lalu perorangan, para caleg ini, pusat dan daerah, termasuk DPD, juga ikut kontestasi.

Sehingga memang hiruk pikuk ya. Akan banyak aktivitas yang harus diamankan atau diatur oleh penyelenggara pemilu dan aparat keamanan.

Apakah ada kerawanan dalam tahapan pengamanan Pemilu 2019 ini?
Kita mencoba mencari yang cu­kup rawan tadi dalam rakor untuk kita bincangkan bersama. Apakah dalam soal perhitungan, aktivitas di lapangan dan sebagainya. Para pejabat tadi telah menyampaikan beberapa arahan imbauan dan penekanan kepada para pemangku kepentingan di daerah.

Oh apa saja itu?
Paling tidak saya bisa men­catat, yang diperlukan adalah satu sinergi, satu koordinasi, sampai ke tingkat paling ujung. Sampai ke tingkat di mana me­mang di sana terjadi aktivitas masyarakat pemilih langsung.

Kalau untuk partai politik dan peserta pemilu sendiri bagaimana?

Kita telah sampaikan permo­honan, bahkan ajakan kepada seluruh masyarakat, utamanya parpol dan para kontestan, untuk mematuhi aturan atau undang-undang yang berlaku yang telah ditetapkan. Jangan dilanggar. Lalu kita juga mengharapkan sedapat mungkin hindari money politics. Dan penggunaan politik identitas yang berhubungan dengan SARA. Jangan sampe kita justru menggunakan politik identitas perbedaan suku agama ras perbedaan kehidupan sosial kita sebagai senjata dan instru­men untuk kita berkampanye. Itu kita hindari supaya persatuan kita sebagai bangsa masih tetap kita bisa jaga dengan sebaik-baiknya.

Oh ya, bagaimana antisipasi di medsos?
Tadi juga kita bahas dan diko­munikasikan, bagaimana kegia­tan medsos ya. Karena perkem­bangan medsos saat ini sudah sangat cepat sekali. Jangan sampe medsos itu justru dijadi­kan ajang kampanye negatif. Apakah hoaks hatespeech apa yang menyangkut masalah fitnah masalah mengkritisi satu dengan yang lain dengan cara-cara yang tidak senonoh dan sebagainya. Itu kan masih ada terjadi.

Kalau itu bisa kita cegah, hin­dari, paling tidak kita bisa men­gurangi kerawanan-kerawanan pemilu yang nanti akan kita laksanakan. ***

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya